PENGARUH MATURITAS PENGUKURAN KINERJA TERHADAP AKUNTABILITAS PUBLIK DAN KINERJA PEMERINTAH DAERAH
ANTHONIUS H. CITRA WIJAYA, Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., Ak., CA.; Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A.; Aviandi Okta Maulana, M.Acc., Ph.D
2026 | Disertasi | S3 Ilmu AkuntansiModel maturitas pengukuran kinerja berguna untuk menilai sejauh mana pergeseran paradigma dari pengukuran kinerja ke manajemen kinerja di organisasi publik. Namun validasi empiris di berbagai konteks terutama di pemerintah daerah negara berkembang masih terbatas. Oleh sebab itu, berdasarkan teori penetapan tujuan, teori kontrol organisasi, dan teori institusional studi ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat maturitas pengukuran kinerja dan menguji pengaruhnya terhadap akuntabilitas publik dan kinerja pemerintah daerah. Metoda campuran sekuensial eksplanatori diterapkan dengan metoda pemodelan persamaan struktural kuadrat terkecil parsial untuk menguji pengaruh langsung, sementara metoda kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi faktor-faktor penyebab kurang baik yang dihasilkan dari pengujian model maturitas. Data dikumpulkan melalui survei daring dan cetak. Sebanyak 408 tanggapan berhasil diperoleh dari para pejabat senior pemerintah daerah di semua kabupaten/kota dalam lingkungan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hasil secara keseluruhan menunjukkan bahwa pemerintah daerah sudah menggunakan informasi kinerja untuk berbagai aktivitas dan keputusan organisasi dengan capaian nilai rata-rata sebesar 3,98. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tingkat maturitas pengukuran kinerja pemerintah daerah secara positif berpengaruh pada akuntabilitas dan kinerja organisasi. Namun, elemen rerangka kerja hasil tidak berpengaruh terhadap akuntabilitas publik, serta kedalaman dan wawasan komentar, lalu kualitas data dasar yang akurat dan tepat waktu tidak berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Studi ini berkontribusi pada literatur manajemen kinerja global dengan memvalidasi model maturitas dalam konteks pemerintah daerah di negara berkembang. Studi ini menawarkan wawasan teoretis tentang interaksi antara maturitas pengukuran terhadap kinerja organisasi sambil memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan rerangka kerja evaluasi kinerja pemerintah daerah Indonesia dan instrumen regulasi terkait.
The performance measurement maturity model is useful for assessing the extent of the paradigm shift from performance measurement to performance management in public organizations. However, the empirical validation of this model in various contexts, particularly local governments in developing countries, remains limited. Therefore, based on goal-setting theory, organizational control theory, and institutional theory, this study aims to evaluate the level of maturity of performance measurement and test its effect on public accountability and local government performance. An explanatory sequential mixed method was applied with a partial least squares structural equation modeling method to test the direct influence, while a qualitative method was used to explore the factors causing poor results from the maturity model testing. Data were collected through online and print surveys. A total of 408 responses were obtained from senior local government officials in all districts/cities in the Special Region of Yogyakarta and Central Java. The overall results indicate that local governments have used performance information for various organizational activities and decisions, with an average score of 3.98. The hypothesis testing results indicate that the level of maturity of local government performance measurement has a positive effect on accountability and organizational performance. However, the elements of the results framework do not affect public accountability, nor do the depth and insight of the comments; furthermore, the quality of accurate and timely baseline data does not affect organizational performance. This study contributes to the global performance management literature by validating the maturity model in the context of local government in developing countries. It offers theoretical insights into the interaction between measurement maturity and organizational performance while providing practical recommendations for improving the Indonesian local government performance evaluation framework and related regulatory instruments.
Kata Kunci : maturitas pengukuran kinerja, akuntabilitas publik, kinerja organisasi, teori penetapan tujuan, teori kontrol organisasi, teori institusional, metoda campuran