SOFT EXPLOITATION DALAM PROGRAM INTERNSHIP MBKM: KAJIAN TANGGUNG JAWAB MORAL PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIF ETIKA BISNIS RICHARD THOMAS DE GEORGE
E.Dyna Fungky Siti Pamungkas, Sri Yulita Pramulia Panani, S.Fil., M.Phil.;Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M.
2026 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Program internship Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada dasarnya dirancang untuk memperkuat integrasi antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Namun, dalam praktiknya program ini kerap memunculkan persoalan yang berkaitan dengan potensi soft exploitation dan tanggung jawab moral perusahaan dalam program internship MBKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi soft exploitation dan tanggung jawab perusahaan dalam program internship MBKM di Indonesia dengan menggunakan perspektif etika bisnis Richard T. De George.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan model penelitian masalah aktual. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka yang bersumber dari buku, jurnal, karya ilmiah, dan artikel yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan dalam internship MBKM bersifat struktural dan sistemik karena melibatkan relasi antara pemerintah, perguruan tinggi, perusahaan, dan mahasiswa. Dalam perspektif etika bisnis Richard T. De George, perusahaan memiliki tanggung jawab moral untuk memperlakukan peserta internship secara adil, menghormati martabat manusia, tidak merugikan, serta menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Namun, ketidakjelasan regulasi dan lemahnya pengawasan membuka ruang bagi praktik soft exploitation terhadap mahasiswa sebagai peserta internship. Selain itu, perusahaan memiliki otonomi untuk memilih menjalankan praktik yang etis atau memanfaatkan celah hukum demi kepentingan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan tanggung jawab moral perusahaan, perbaikan regulasi pemerintah, serta perubahan paradigma kebijakan yang lebih etis agar program internship dapat dijalankan secara adil dan sesuai dengan prinsip etika bisnis.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) internship program is fundamentally designed to strengthen the integration between higher education and the world of work. However, in practice, this program often raises issues related to the potential for soft exploitation and the moral responsibility of companies within the MBKM internship program. This study aims to analyze the potential for soft exploitation and corporate responsibility in the MBKM internship program in Indonesia using the perspective of Richard T. De George’s business ethics.
The research employs a descriptive qualitative method with an actual problem-based research model. Data were collected through literature studies from books, journals, academic works, and relevant articles.
The findings show that the issues within the MBKM internship program are structural and systemic in nature because they involve the relationships among the government, universities, companies, and students. From the perspective of Richard T. De George’s business ethics, companies have a moral responsibility to treat internship participants fairly, respect human dignity, avoid causing harm, and conduct responsible business practices. However, unclear regulations and weak supervision create opportunities for soft exploitation toward students as internship participants. Furthermore, companies possess the autonomy to choose whether to implement ethical practices or exploit legal loopholes for economic interests. Therefore, strengthening corporate moral responsibility, improving government regulations, and promoting a more ethical policy paradigm are necessary to ensure that internship programs are implemented fairly and in accordance with the principles of business ethics.
Kata Kunci : soft exploitation, internship MBKM, etika bisnis, Richard T. De George, keadilan.