Laporkan Masalah

Peran Kelekatan Ibu dan Ayah terhadap Resiliensi Mahasiswa Generasi Z yang Sedang Magang

Nuna Siva Hambami Fathika, Haryanta, S.Psi.,M.A.,Psikolog

2026 | Skripsi | PSIKOLOGI

Penelitian ini dilakukan untuk memberikan kebaruan dalam menggunakan konsep kelekatan ibu dan ayah serta resiliensi dalam konteks generasional dan situasional yang spesifik, yaitu Generasi Z yang sedang magang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 207 mahasiswa Generasi Z yang sedang magang di berbagai organisasi. Alat ukur yang digunakan adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis menggunakan regresi linear berganda menunjukkan bahwa kelekatan ibu dan kelekatan ayah secara bersama-sama memberikan kontribusi yang signifikan terhadap resiliensi sebesar 25,2% (F = 34,3; p < ,001). Secara terpisah, kelekatan ayah memiliki peranan yang lebih kuat (t = 4,91; p <,001) dibandingkan kelekatan ibu (t = 2,85; p = ,005) dalam membentuk resiliensi mahasiswa magang. Temuan ini membantu menjelaskan faktor yang mempengaruhi resiliensi individu, terutama faktor keluarga yaitu kelekatan dengan ibu dan ayah. Kelekatan terhadap figur ayah perlu mendapatkan perhatian untuk membentuk karakter resiliensi pada anak. 

This study aims to provide novelty by examining the concepts of mother and father attachment and their relation to resilience within a specific generational and situational context, specifically Generation Z students undergoing internships. This study employed a quantitative approach involving 207 Generation Z university students interning across various organizations. Data were collected using the Indonesian-adapted versions of the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) and the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA). Results from the multiple linear regression analysis showed that attachment to mothers and fathers simultaneously contributed significantly to resilience, accounting for 25.2% of the variance (F = 34.3; p < .001). Partially, attachment to fathers demonstrated a stronger contribution (t = 4.91; p < .001) compared to attachment to mothers (t = 2.85; p = .005) in predicting the resilience of student interns. These findings help explain factors influencing individual resilience, particularly family factors in the form of attachment to mothers and fathers. Attachment to the father figure requires special attention, as it plays an important role in shaping resilience in children. 

Kata Kunci : Kelekatan Ibu, Kelekatan Ayah, Resiliensi, Generasi Z

  1. S1-2026-494063-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494063-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494063-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494063-title.pdf