Framing Pembunuhan Imigran Atas Pelanggaran Lalu Lintas Pada Tout Sur l'Algérie dan Le Figaro
Ajeng Purwaniaratih Puspitaningrum, Dr. Aprillia Firmonasari, S.S., M.Hum., DEA.
2026 | Skripsi | SASTRA PERANCIS
Pada 27 Juni 2023, Nahel ditembak mati oleh polisi setelah melakukan pelanggaran lalu lintas di Nanterre, Prancis. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemihakan media Aljazair Tout Sur l'Algérie dan media Prancis Le Figaro dalam membingkai pemosisian Nahel yang ditunjukkan melalui artikel berita yang mereka publikasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan data artikel berita menggunakan teori framing Robert N. Entman. Hasil penelitian ini mengungkap posisi Nahel dalam Tout Sur l’Algérie yang berpandangan pro-korban melalui penggunaan narasi interpretatif dan leksikal yang bersifat simpatik. Sementara itu, Le Figaro lebih banyak menonjolkan pembelaan terhadap negara dan ketertiban publik yang disampaikan melalui pernyataan-pernyataan milik Éric Ciotti, Gérarld Larcher, dan Marine Le Pen. Dengan demikian, Le Figaro cenderung berpandangan pro-pembelaan negara.
On June 27 2023, Nahel was fatally shot by police after committing a traffic violation in Nanterre, France. This study aims to reveal the bias of the Algerian media outlet Tout Sur l’Algérie and the French media outlet Le Figaro in framing Nahel’s positioning as shown through news articles they published. This research uses a qualitative method and the data would be analysed using Robert N. Entman’s framing theory. The result of this study reveal that Tout Sur l’Algérie positions Nahel from a pro-victim perspective through use of interpretative narratives and sympathetic lexical choices. On the other side, Le Figaro emphasize the defense of the state and public order through statements made by Éric Ciotti, Gérard Larcher, and Marine Le Pen. Thus, Le Figaro tends to adapt a pro-state defense perspective.
Kata Kunci : Pembingkaian Media, Robert N. Entman, Tout Sur l’Algérie, Le Figaro, Ideologi Politik Media