Laporkan Masalah

Penindasan dan Reseistensi dalam Novel Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam Karya Dian Purnomo: Kajian Feminisme Radikal Shulamith Firestone

Laura Putri Mayang Sari, Dr. phil. Ramayda Akmal, S.S., M.A.

2026 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penindasan oleh dominasi kekuasaan laki-laki, bentuk adat budaya struktur lokal yang berkontribusi pada subordinasi perempuan, dan resistensi terhadap praktik penindasan dan adat budaya kawin tangkap. Penelitian ini merupakan penelitian feminisme radikal Shulamith Firestone. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik yang digunakan ialah teknik baca, teknik catat, dan tektnik pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi praktik penindasan kepada perempuan akibat dominasi kekuasaan laki-laki berupa pelecehan seksual, kekerasan verba maupun non verba, dan eksploitasi perempuan. Adat dan budaya kawin tangkap memunculkan persoalan logika patriarki yang merugikan pihak perempuan dalam menentukan pilihan pasangan hidup, masa depan, dan kehilangan kebebasan. Posisi perempuan sebagai pihak yang tersubordinat memunculkan bentuk resistensi sebagai upaya perlawanan terhadap praktik penindasan dan adat budaya yang mengekang kebebasan. Resistensi terbuka dimunculkan dalam bentuk bunuh diri, melarikan diri dari rumah, dan mencaci maki secara langsung kepada superordinat. Sementara resistensi tertutup dilakukan melalui sikap pura-pura baik untuk mengelabuhi superordinat.



This research aims to analyze the forms of oppression perpetuated by male dominance, the local customary and cultural structures that contribute to the subordination of women, and the forms of resistance against oppressive practices and the tradition of bride kidnapping (kawin tangkap). This research employs Shulamith Firestone's radical feminist framework as its theoretical foundation. The method used in this study is descriptive qualitative, while the techniques applied include reading, note-taking, and literature review techniques. The findings reveal that oppressive practices against women occur as a result of male dominance, manifesting in the form of sexual harassment, verbal and non-verbal violence, and the exploitation of women. The customary practice of bride kidnapping gives rise to patriarchal logic that is deeply disadvantageous to women in terms of their right to choose a life partner, determine their own future, and maintain their personal freedom. The subordinate position of women within this system generates various forms of resistance as acts of defiance against oppressive practices and cultural traditions that restrict their freedom. Open resistance is manifested through acts such as attempted suicide, fleeing from the household, and direct verbal confrontation toward those in positions of dominance. Meanwhile, covert resistance is carried out through feigned compliance as a strategy to deceive and mislead those who hold authority over them.


Kata Kunci : penindasan, feminisme radikal, adat kawin tangkap, resistensi

  1. S1-2026-504458-abstract.pdf  
  2. S1-2026-504458-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-504458-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-504458-title.pdf