Pengukuran Perubahan Bentuk Sambungan Dengan Alur V Dan I Setelah Proses Pengelasan Pada Baja Karbon Rendah Serta Pengaruh Variasi Arus Pengelasan Terhadap Sifat Fisis Dan Mekanis Dengan Menggunakan Las Smaw
Henry Goklas J Simanungkalit, Ir. Samsudin
2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESINMetode untuk menyambung suatu logam kita ketahui sudah dikenal sejak dahulu, sampai kini penggunaan teknologi las saat ini sangat luas dan terus berkembang sesuai pertumbuhan industri di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisa sifat-sifat fisis dan mekanis serta pengaruh jenis sambungan terhadap besamya masukan panas pada pengelasan logam baja karbon rendah yang dilas dengan variasi arus pengelasan yaitu 95 A, 105 A dan I 15 A. Jenis pengelasan yang digunakan adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW) atau las busur listrik elektroda terbungkus. Jenis sambungan yang digunakan disesuaikan terhadap metode pengelasan dan ketebalan plat logam yang di las, dalam hal ini menggunakan alur V dan I. Proses penelitian dilakukan dengan memberi perlakuan panas setelah pengelasan (Post ll'eld Heat Treatment) pada suhu 700'C selama 60 meni! didinginkan secara perlahan dalam dapur panas dan tanpa perlakuan panas. Kemudian dilakukan penguj ian tarik, kekerasan dan struktur mikro sebelum dan sesudah di post /reat serta pengujian bending setelah d1 post heat. Kekuatan tarik tertinggi dimiliki oleh variasi arus 95 A, alur I tanpa PWIIT dengan nilai rata-rata 49,73 kg/mm', diikuti dengan arus 115 A, alur V tanpa PWHT yaitu sebesar 49,44 kglmm'. Nilai kekerasan tertinggi-dimiliki oleh variasi arus 105 A, alur V tanpa PWHT yaitu sebesar 216,9 kglmn', diikuti dengan arus 105 A, alur I tanpa PWHT yaitu sebesar 184.5 kg/mm'. Besamya beban yang diberikan untuk menghilangkan sudut distorsi adalah 89,80 kg, sehingga tegangan bending yang diberikan sebesar 20,20 kg/mm'. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa bentuk butiran mulai dari logam las, memiliki bentuk yang besar, ada yang berupa pelat-pelat sejajar (Widmanstatten Ferrite), selanjutnya pada batas las (overheated zone) ukuran butimya semakin kecil, disini formasi l|idmanstattten fenite terlihat lebih beraturan dan jelas, dan selanjutnya di daerah IIAZ (Normalized zone') bttliran lebih kecil, halus dan merata. Kemudian sampai ke material induk perlit dan ferit terlihatjelas dan merata.
We know that methods for joining metals have been known since ancient times. Today, welding technology is widely used and continues to develop in line with industrial growth worldwide. This study aims to analyze the physical and mechanical properties and the effect of joint type on the amount of heat input in low-carbon steel welded using varying welding currents of 95 A, 105 A, and 15 A. The welding method used was Shielded Metal Arc Welding (SMAW). The type of joint used is adjusted to the welding method and the thickness of the metal plate being welded, in this case using V- and I-shaped grooves. The research process involved post-welding heat treatment at 700°C for 60 minutes, slow cooling in a furnace, and no heat treatment. Tensile, hardness, and microstructure testing were then performed before and after post-heating, as well as bending testing after post-heating. The highest tensile strength was achieved by the 95 A current variation, groove I without PWHT, with an average value of 49.73 kg/mm', followed by the 115 A current variation, groove V without PWHT, with 49.44 kg/mm'. The highest hardness value was achieved by the 105 A current variation, groove V without PWHT, with 216.9 kg/mm', followed by the 105 A current variation, groove I without PWHT, with 184.5 kg/mm'. The applied load to eliminate the angular distortion was 89.80 kg, resulting in a bending stress of 20.20 kg/mm'. Microscopic imaging results show that the grain size, starting from the weld metal, is large, some of which are parallel plates (Widmanstatten Ferrite). Further along the weld boundary (overheated zone), the grain size decreases, with the Widmanstatten ferrite formation appearing more regular and distinct. Further along the IIAZ (Normalized Zone) the grains become smaller, finer, and more uniform. Finally, the pearlite and ferrite parent material are clearly visible and uniform.
Kata Kunci : Arus, PIIHT, posl heat, struktur miko, kekerasan, pengujian tarik, bending, distorsi.