Pemetaan nilai objek pajak bumi menggunakan citra quickbird di kecamatan Mergangsan kota Yogyakarta
Ratna Dwi Hapsari, Drs. Zuharnen, M.S.; Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2006 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPajak merupakan sumber penerimaan negara untuk membiayai pembangunan. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah penerimaan utama bagi Pemerintah Daerah. Penerimaan PBB di Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta masih jauh dari target yang diharapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah meneliti tingkat ketelitian citra Quickbird untuk memperoleh data kenampakan fisik penentu harga lahan, memetakan kelas harga lahan dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Bumi dengan teknik penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG) serta membandingkan pemetaan harga lahan hasil penelitian dengan ketentuan Kantor PBB. Metode penelitian menggunakan teknik penginderaan jauh yang dipadukan dengan SIG disertai dengan kerja lapangan. Parameter penentu harga lahan meliputi penggunaan lahan, aksesibilitas lahan positif, aksesibilitas lahan negatif dan kelengkapan utilitas umum. Penyadapan data parameter penentu harga lahan melalui interpretasi dan pemrosesan data menggunakan metode buffering, pengharkatan dan tumpangsusun. Penentuan kelas harga lahan dan NJOP Bumi dengan perhitungan metode Arithmatik. Parameter yang tidak dapat diperoleh dari citra diperoleh dari data sekunder dan data lapangan. Penentuan sampel menggunakan metode Stratified Proportional Random Sampling Hasil dari penelitian ini adalah 1) Citra Quickbird dengan resolusi spasial 64 cm pada skala analisis 1: 1750 dapat digunakan untuk penyadapan data parameter penentu harga lahan dengan ketelitian interpretasi 92%. 2) Harga lahan dan NJOP Burni dibagi menjadi 5 kelas yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Harga lahan terendah di daerah penelitian yaitu Rp. 150.000/m² dan paling tinggi yaitu Rp. 2.600.000/m². Besarnya NJOP Bumi yang paling rendah yaitu Rp. 160.000 dan paling tinggi Rp. 2.508.000. 3) Perbandingan pemetaan harga lahan antara penelitian dan ketentuan Kantor PBB yaitu harga lahan terendah selisih Rp. 8000 dan harga lahan tertinggi selisih Rp. 27.000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah citra Quickbird yang dipadukan dengan SIG sangat berguna untuk pemetaan harga lahan dan NJOP Bumi pada daerah penelitian dengan tingkat ketelitian yang tinggi dan dapat dilakukan dengan cepat, hasil yang baik dan akurat. Perbandingan hasil pemetaan harga lahan penelitian dengan ketentuan Kantor PBB yaitu mempunyai perbedaan yang relatif kecil.
Tax is a source country income to finance the development program. Land and Building Tax is a principal income for regional government. Land and Building Tax income in Mergangsan sub district, Yogyakarta City is far from expectant. The aims of this research are to examine the accuracy level of Quickbird imagery to extract the land price determinant physical parameters data, mapping land price and sale value land tax object classification to decide the land taxes which remote sensing technique and GIS in the research area and to compare the land price map research result with the Land and Building Tax Office appointment. The methods of this research using remote sensing technique that combined with GIS and fieldwork. The land price determinant physical parameters are land use, positive land accessibility, negative land accessibility and public utility. The data extracted with interpretation of the land price determinant physical parameters data and the data process by using buffering, scoring and overlay methods. The appointment of land price and sale value land tax object classification using calculation of Arithmetic method. The parameters that cannot be obtained from the imagery interpretation taken from the secondary data and fieldwork. The sample collected by the Stratified Proportional Random Sampling. The result of this research are 1) Quickbird imagery with 64 cm spatial resolution at analyze scale 1: 1750 can be used to getting land price determinant physical parameters data; 2) Land price and sale value land tax object divide in five class. They are very high class, high class, medium class, low class and very low class. The lower land price in research area is Rp.150.000/m² and the higher is Rp.2.600.000/m². The number of sale value land tax object is Rp. Rp.160.000 for the lower and the higher is Rp.2.508.000.3) The different of land price mapping between research and Land Building Tax Office appointment are in price, the lower land price is Rp.8000 and the higher land price is Rp. 27.000. The conclusion of this research is Quickbird imagery which combined GIS is very good to mapping of the land price and the sale value land tax object in the research area with high accuracy, quick, good and the accurate result. The comparison of the land price mapping between research and Land Building Tax Office appointment have small relative difference.
Kata Kunci : Citra Quickbird,Nilai jual objek pajak,Mergangsan,Kota Yogyakarta,DIY