Hubungan Adopsi Teknologi Cloud terhadap Kinerja Perusahaan Operator Telekomunikasi di Indonesia
Putu Adhika Bayu Bramantya, Ertambang Nahartyo, Dr., M.Sc., CMA., Ak., CA.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Transformasi digital mendorong perusahaan telekomunikasi untuk mengadopsi teknologi cloud untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kemampuan inovasi layanan digital. Namun, fenomena di industri telekomunikasi Indonesia menunjukkan anomali yang menarik. Meskipun perusahaan operator mulai meningkatkan adopsi teknologi cloud yang diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional, tren pertumbuhan pendapatan perusahaan telekomunikasi justru menunjukkan kecenderungan menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana adopsi teknologi cloud benar-benar berkorelasi dengan kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara adopsi teknologi cloud dan kinerja perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang diukur melalui indikator Return on Assets (ROA) dan pertumbuhan pendapatan (revenue growth). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel terhadap empat perusahaan operator telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2014–2024. Tingkat adopsi cloud diukur menggunakan metode text mining pada laporan tahunan perusahaan untuk membentuk Cloud Adoption Index.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi cloud memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap ROA perusahaan telekomunikasi. Sementara itu, hubungan antara adopsi cloud dan pertumbuhan pendapatan tidak menunjukkan signifikansi statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dari implementasi teknologi cloud belum sepenuhnya terefleksi dalam peningkatan kinerja keuangan pada periode yang sama dengan adopsinya. Dengan demikian, adopsi cloud pada industri telekomunikasi lebih tepat dipandang sebagai proses transformasi teknologi jangka panjang yang memerlukan waktu dan kapabilitas organisasi agar dapat mulai menghasilkan nilai ekonomi.
Digital transformation has encouraged telecommunications companies to adopt cloud computing technology in order to improve operational efficiency and enhance their capability to innovate digital services. However, developments in the Indonesian telecommunications industry reveal an interesting anomaly. Although telecommunications operators have increasingly adopted cloud technology which widely believed to improve operational efficiency, the revenue growth of telecommunications companies has shown a declining trend in recent years. This phenomenon raises questions regarding the extent to which cloud technology adoption is truly associated with corporate financial performance.
This study aims to analyze the relationship between cloud technology adoption and the performance of telecommunications companies in Indonesia, measured using Return on Assets (ROA) and revenue growth. The study employs a quantitative approach using panel data regression on four telecommunications operators listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2014–2024. The level of cloud adoption is measured using a text mining method applied to companies’ annual reports to construct a Cloud Adoption Index.
The results show that cloud technology adoption has a negative and statistically significant relationship with the ROA of telecommunications companies. Meanwhile, the relationship between cloud adoption and revenue growth is not statistically significant. These findings indicate that the economic benefits of cloud technology implementation are not fully reflected in improvements in financial performance within the same period as its adoption. Therefore, cloud adoption in the telecommunications industry should be viewed as a long-term technological transformation process that requires time and organizational capabilities before generating measurable economic value.
Kata Kunci : cloud computing, digital transformation, firm performance, ROA, revenue growth, telecommunications