Pengembangan Program Advance Care Planning (ACP) bagi Pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit
Margareta Hesti Rahayu, Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S (K).; Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes
2026 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Latar Belakang: Stroke memiliki perjalanan penyakit yang tidak mudah diprediksi sehingga membutuhkan perencanaan perawatan sejak dini. Advance care planning (ACP) menjadi salah satu intervensi yang dapat membantu pasien menyampaikan nilai, tujuan dan perawatan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan program ACP bagi pasien stroke di tatanan rumah sakit.
Metode: Desain penelitian ini adalah exploratory sequential mixed method. Penelitian dilakukan di RSUP dr. Sardjito, RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, dan Rumah Sakit Panti Rapih pada tahun 2024-2025. Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan 33 partisipan yang terdiri dari pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Metode Delphi modifikasi dua putaran untuk uji mendapatkan konsensus panduan ACP dengan melibatkan 25-29 ahli. Pelatihan ACP dilakukan pada tenaga kesehatan yang diikuti oleh 38 peserta. Penelitian kuantitatif dilakukan untuk mengimplementasikan program ACP stroke dengan kuasi-eksperimen pada 45 sampel kelompok kontrol dan 45 sampel kelompok intervensi. Analisis data kualitatif menggunakan analisis tematik, data hasil Delphi putaran pertama dan kedua menggunakan nilai median dengan nilai >
7, dan data kuantitatif menggunakan uji statistik general linear model (GLM). Hasil: Studi kualitatif menghasilkan empat tema yang terdiri dari tiga tema sebagai pengalaman dan kebutuhan pasien dan keluarga saat mengalami stroke, dan satu tema sebagai kebutuhan perencanaan perawatan lanjutan pada pasien, keluarga dan tenaga kesehatan. Proses metode Delphi menghasilkan 48 item pernyataan panduan. Pelatihan ACP mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan melakukan ACP, dan kelengkapan dokumentasi ACP. Hasil penelitian intervensi ACP menunjukkan terdapat penurunan signifikan selisih skor ketidakpastian pada penyakit (p=0,001, effect size = -0,739), peningkatan signifikan selisih skor pengetahuan keluarga (p=0,002, effect size = 0,509), efikasi diri pengambilan keputusan pada keluarga (p=0,001, effect size = 0,601), kesiapan keluarga dalam pengambilan keputusan (p=0,004, effect size = 0,696) pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol.
Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengembangkan program ACP. Intervensi ACP stroke dapat menurunkan ketidakpastian pasien dalam penyakit stroke, meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan stroke, efikasi diri keluarga dalam pengambilan keputusan dan kesiapan keluarga dalam perawatan stroke di rumah.
Background: Stroke has an unpredictable disease trajectory, requiring early care planning. Advance care planning (ACP) is an intervention that can help patients communicate their values, goals, and preferred care. This study aimed to develop an ACP program for stroke patients in the hospital setting.
Methods: This study employed an exploratory sequential mixed-method design. The study was conducted at RSUP Dr. Sardjito, RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, and Rumah Sakit Panti Rapih in 2024-2025. The qualitative phase used a descriptive qualitative approach involving 33 participants, consisting of patients, family members, and healthcare professionals. A two-round modified Delphi method was conducted to obtain consensus on the ACP guideline, involving 25–29 experts. ACP training was provided to healthcare professionals and was attended by 38 participants.The quantitative phase was conducted to implement the stroke ACP program using a quasi-experimental design, involving 45 samples in the control group and 45 samples in the intervention group. Qualitative data were analyzed using thematic analysis, while the results of the first and second Delphi rounds were analyzed using median values with a threshold of >7 to determine consensus. Quantitative data were analyzed using the General Linear Model (GLM) statistical test.
Results: The qualitative study generated four themes, including three themes describing the experiences and needs of patients and families during stroke and one theme describing the need for ACP among patients, families, and healthcare professionals. The Delphi process resulted in 48 statement items. ACP training improved knowledge, skills in conducting ACP, and the completeness of ACP documentation. The ACP intervention study showed a significant decrease in the difference in illness uncertainty scores (p = 0.001, effect size = ?0.739), and significant increases in the difference in family knowledge scores (p = 0.002, effect size = 0.509), family decision-making self-efficacy (p = 0.001, effect size = 0.601), and family preparedness for decision-making (p = 0.004, effect size = 0.696) in the experimental group compared with the control group.
Conclusion: This study successfully developed an ACP program. The ACP stroke intervention can reduce patients’ illness uncertainty, improve family knowledge regarding stroke care, enhance family decision-making self-efficacy, and increase family preparedness for providing stroke care at home.
Kata Kunci : Advance care planning, stroke, pengembangan , ketidakpastian, pengetahuan, efikasi diri, kesiapan perawatan