28 minggu, 16 kasus diantaranya berupa rujukan, dengan data tidak lengkap sehingga tidak diperhitungkan dalam penelitian ini. Subyek yang diteliti terdiri 284 kasus inklusi dan 13 kasus eksklusi yang berupa 1 kasus dengan bayi lahir cacat, 10 persalinan per abdominal, 2 persalinan yang ditangani dengan tindakan. Terdapat 18 kasus (6,33 % > persalinan lama di antara 284 kasus. Persalinan lama yang berlangsung dalam waktu antara 25 - 34 jam merupakan kasus yang terbanyak. Hubungan lama persalinan terhadap morbiditas ( asfiksia) dan mortalitas perinatal secara statistik bermakna. Demikian juga pengaruh persalinan lama terhadap morbiditas dan mortalitas perinatal secara statistik bermakna. Persalinan lama mempunyai risiko relatif terhadap terjadinya asfiksia janin 5,9 kali lebih besar dan kematian perinatal 4,8 kali lebih besar daripada persalinan yang tidak lama. Mengingat akibat yang timbul pada persalinan yang lama maka upaya yang dapat ditempuh adalah mengurangi/mencegah risiko munculnya penyulit persalinan dengan jalan penyuluhan yang intensif kepada masyarakat maupun dengan usaha peningkatan pengetahuan dan ketrampilan penolong persalinan."> 28 minggu, 16 kasus diantaranya berupa rujukan, dengan data tidak lengkap sehingga tidak diperhitungkan dalam penelitian ini. Subyek yang diteliti terdiri 284 kasus inklusi dan 13 kasus eksklusi yang berupa 1 kasus dengan bayi lahir cacat, 10 persalinan per abdominal, 2 persalinan yang ditangani dengan tindakan. Terdapat 18 kasus (6,33 % > persalinan lama di antara 284 kasus. Persalinan lama yang berlangsung dalam waktu antara 25 - 34 jam merupakan kasus yang terbanyak. Hubungan lama persalinan terhadap morbiditas ( asfiksia) dan mortalitas perinatal secara statistik bermakna. Demikian juga pengaruh persalinan lama terhadap morbiditas dan mortalitas perinatal secara statistik bermakna. Persalinan lama mempunyai risiko relatif terhadap terjadinya asfiksia janin 5,9 kali lebih besar dan kematian perinatal 4,8 kali lebih besar daripada persalinan yang tidak lama. Mengingat akibat yang timbul pada persalinan yang lama maka upaya yang dapat ditempuh adalah mengurangi/mencegah risiko munculnya penyulit persalinan dengan jalan penyuluhan yang intensif kepada masyarakat maupun dengan usaha peningkatan pengetahuan dan ketrampilan penolong persalinan.">
Hubungan antara Lama Persalinan dengan Morbiditas dan Mortalitas Perinatal
Elisabet Nuraini, dr. Achmad Surjono, Phd, dr. Muhammad Hakimi, Phd
1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERANDurasi persalinan mempunyai arti penting terhadap morbiditas dan mortalitas janin yang dilahirkan. Berkaitan dengan upaya meningkatkan derajat kesehatan anak maka pengawasan lama persalinan harus lebih diperketat sebagai upaya awal dalam rangka memperingan morbiditas dan mortalitas perinatal. Salah satunya adalah dengan cara pengelolaan yang cepat dan tepat selama persalinan berlangsung. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi lama persalinan, insidensi persalinan lama, hubungan lama persalinan (persalinan lama) dengan morbiditas dan mortalitas perinatal dan penelitian dilakukan secara "cross sectional" pada wanita bersalin dan bayi yang dilahirkannya antara bulan November 1992 sampai dengan bulan Agustus 1993 di RSUD Kabupaten Sleman. Terdapat sejumlah 313 persalinan dengan umur kehamilan > 28 minggu, 16 kasus diantaranya berupa rujukan, dengan data tidak lengkap sehingga tidak diperhitungkan dalam penelitian ini. Subyek yang diteliti terdiri 284 kasus inklusi dan 13 kasus eksklusi yang berupa 1 kasus dengan bayi lahir cacat, 10 persalinan per abdominal, 2 persalinan yang ditangani dengan tindakan. Terdapat 18 kasus (6,33 % > persalinan lama di antara 284 kasus. Persalinan lama yang berlangsung dalam waktu antara 25 - 34 jam merupakan kasus yang terbanyak. Hubungan lama persalinan terhadap morbiditas ( asfiksia) dan mortalitas perinatal secara statistik bermakna. Demikian juga pengaruh persalinan lama terhadap morbiditas dan mortalitas perinatal secara statistik bermakna. Persalinan lama mempunyai risiko relatif terhadap terjadinya asfiksia janin 5,9 kali lebih besar dan kematian perinatal 4,8 kali lebih besar daripada persalinan yang tidak lama. Mengingat akibat yang timbul pada persalinan yang lama maka upaya yang dapat ditempuh adalah mengurangi/mencegah risiko munculnya penyulit persalinan dengan jalan penyuluhan yang intensif kepada masyarakat maupun dengan usaha peningkatan pengetahuan dan ketrampilan penolong persalinan.
Kata Kunci : Persalinan, Morbiditas, Mortalitas Perinatal