Hubungan keberadaan infrastruktur dengan pola keruangan daerah perkotaan (Kasus desa Pendowoharjo, Desa Panggungharjo, desa Bangunharjo kecamatan Sewon)
Romi Nugroho, Drs. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si.
2008 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan keberadaan infrastruktur dengan pola keruangan. Keberadaan infrastruktur menjadi suatu yang sangat penting bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Aktivitas masyarakat yang sangat beragam akan sangat tertolong apabila didukung dengan infrastruktur yang lengkap maupun memadai. Infrastruktur yang lengkap apabila masing-masing jenis infrastruktur yang terdiri atas beberapa golongan mampu terpenuhi, sedangkan dikatakan memadai apabila jumlah infrastruktur yang ada mampu melayani kebutuhan masyarakat. Daerah pinggiran kota yang banyak mendapatkan efek perkembangan dari sifat kekotaan menjadikan daerah ini dapat mengalami perkembangan yang cukup cepat. Daerah yang sebelumnya merupakan lahan terbuka banyak yang berubah menjadi lahan terbangun dan hal ini jika dicermati secara luas akan berdampak pada bentuk pola keruangan yang teridentifikasi dari daerah terbangunnya. Penelitian ini mengambil tempat di Desa Pendowoharjo, Desa Panggungharjo dan Desa Bangunharjo yang termasuk dalam Kecamatan sewon Kabupaten Bantul. Tujuan penelitian ini mengkajii hubungan keberadaan infrastruktur dengan pola keruangan, antara lain jumlah infrastruktur, kelengkapan infrastruktur dan persebaran infrastruktur yang ada di masing-masing wilayah dengan bentuk pola keruangan yang ada. Metode penelitian yang digunakan melalui pengolahan data sekunder dengan menggunakan tabel silang, skoring dan rangking serta teknik overlay.Analsiis yang digunakan dengan deskriptif eksplanasi yaitu pendiskripsian kondisi daerah penelitian yang berasal dari data kuantitatif dan kualitatif. Kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian diperoleh bahwa semakin banyak jumlah, kelangkapan dan merata infrastruktur yang ada didaerah penelitian maka bentuk pola lahan terbangunnya semakin luas. Hal ini akan berbanding terbalik, jika infrastrukturnya tidak merata maka daerah terbangunnya akan didominasi di daerah pinggiran jalan utama. Wilayah Desa Panggungahrjo merupakan yang paling luas lahan terbangunnya dan membentuk pola mengelompok dengan ukuran yang luas
The aim of this research is to know the correlation of infrastructure existence of spatial pattern. Infrastructure existence become real necessary for public in doing activity, evaluated by economy and also from social viewpoint. Real having immeasurable public activity was helped if supported with adequately with complete infrastructure. Complete infrastructure if each infrastructure type which consist of some factions can fufilled, while told to be adequate if the infrastructure amounts can serve requirement of public. Urban area outskirts which more or less getting development effect from urban area character makes this area can experience development that is enough quickly. Previously area was open space of a lot turned into area of woke up and this thing if it is observed widely will affect at form of spatial pattern identified from built-up areas. This research was held in Pendowoharjo, Panggunghajo and Bangunharjo Village were entered by administration region Sewon District, Bantul Region. Purpose of this research study the relation of infrastructure existence with spatial pattern, for example infrastructure amounts, infrastructure equipment and the infrastructure distribution in each region with form of the spatial pattern. Research method applied through by secondary data processing by using cross tables, scoring and ranking and technique overlay. Analysis applied by descriptive-explanation to describe of condition of research area coming from quantitative data and qualitative. The Conclusion of this research is obtained that more amounts, completeness and flattens the infrastructure is area in the research area form of pattern area of built up areas is increase widely. This thing inversely proportional if the infrastructure didn't smooth so the built-up areas will be predominated in the main road outskirts. Area of Panggungaharjo Village is widest area of built up areas it and forms pattern cluster in the wide size.
Kata Kunci : Infrastruktur, Pola Keruangan, Daerah Terbangun,Infrastructure, Spatial Pattern, built-up area