Analisis Strategis Spin-Off Laboratorium Geoteknik PT Studio Mineral Batubara
Lidana Erfiandri, Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Manajemen
Penelitian ini mengkaji kelayakan pemisahan (spin-off) unit laboratorium geoteknik dari PT Studio Mineral Batubara (SMB) menjadi perusahaan yang berdiri sendiri. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus metode campuran, penelitian ini mengintegrasikan data kualitatif yang diperoleh dari wawancara dan diskusi kelompok terarah dengan pemangku kepentingan internal, data survei dari pemangku kepentingan eksternal, serta analisis finansial melalui model arus kas terdiskonto (Discounted Cash Flow/DCF). Analisis tematik mengidentifikasi motivasi strategis utama yang meliputi peningkatan fokus, kelincahan organisasi, potensi investasi, dan perluasan layanan. Penilaian strategis menggunakan matriks IFE/EFE dan Matriks GE–McKinsey menunjukkan tingkat daya tarik industri dan kekuatan bisnis pada kategori menengah hingga tinggi, sementara hasil DCF pada skenario dasar menghasilkan nilai bersih sekarang (NPV) yang positif dan tingkat pengembalian internal (IRR) yang berada di atas biaya modal. Pengujian skenario mengonfirmasi kelayakan finansial di bawah asumsi yang menguntungkan, meskipun masih terdapat sejumlah risiko dan kesenjangan kapasitas. Temuan penelitian ini mendukung rekomendasi spin-off bersyarat, dengan menekankan pentingnya perencanaan transisi yang cermat dan keselarasan strategis yang berkelanjutan.
This study examines the feasibility of spinning off the geotechnical laboratory unit from PT Studio Mineral Batubara (SMB) into a standalone company. Using a mixed-method case study approach, it integrates qualitative data from interviews and a focus group with internal stakeholders, survey responses from external stakeholders, and financial analysis through a Discounted Cash Flow (DCF) model. Thematic analysis highlights strategic motivations such as focus, agility, investment potential, and service expansion. Strategic scoring via IFE/EFE and the GE–McKinsey Matrix suggests moderate-to-high attractiveness and strength, while the DCF base case yields a positive NPV and IRR above the cost of capital. Scenario testing confirms financial viability under favorable assumptions, though certain risks and capacity gaps remain. The findings support a conditional spin-off recommendation, emphasizing the need for careful transition planning and sustained strategic alignment.
Kata Kunci : spin-off, laboratorium geoteknik, restrukturisasi strategis, metode campuran, valuasi DCF, IFE/EFE, Matriks GE–McKinsey, Indonesia