Laporkan Masalah

PENGARUH VARIASI ELEKTRODA PADA PENGELASAN BAJA AMUTIT AISI 01 TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS DENGAN MENGGUNAKAN LAS SMAW

Passarella Hot Tua Gultom, Dr. Ir. Viktor Malau, DEA

2007 | Skripsi | S1 TEKNIK MESIN

Penggunaan teknologi las saat ini sangat luas dan terus berkembang sesuai pertumbuhan industri di seluruh dunia. Salah satu metode pengelasan yang banyak dipakai saat ini adalah Shielded Metal Arc Welding (SMAW) atau las busur listrik elektroda terbungkus. Penelitian ini bertujuan menganalisa sifafsifat fisis dan rnekanis pada pengelasan logam baja amutit yang dilas dengan perbedaan variasi elektroda pengelasan yaitu 8308L, E312-17 dan E316L. Material yang dilas adalah baja amutit dan arus yang digunakan adalah 90A. Proses penelitian dilakukan dengan perlakuan panas (po.rl heat) pada suhu 720°C selama 30 menit, didinginkan dalam dapur panas sampai suhu 600°C kemudian dilakukan pendinginan udara. Kemudian dilakukan pengujian mikro dan makro struktur, pengujian tarik dan bending setelah di post heat, uji kekerasan sebelum dan sesudah di post heat. Kekuatan tarik -tertinggi dimiliki oleh kawat las E312-17 dengan nilai rata-rata 55,63 kg/mm², diikuti dengan E308L dan E316L. Tegangan bending terlinggi dimiliki oleh kawat las E308L dengan nilai rata-rata 92,68 kg/mm², diikuti dengan E312-17 dan E316L. Hasil foto mikro menunjukkan bahwa logam induk amutit mengandung struktur perlit (gelap) dan bainit (putih). Pengelasan baja amutit secara annealing dengan kawat las E308L memitiki struktur butir-butir yang sempurna dikarenakan butiran-butiran yang terbentuk lelah merata dan struktumya telah bertransformasi dari columnar dendrilic membentuk equiaaxed dendritic. Dari penguiian kekerasan diketahui bahwa kekerasan terlinggi terdapat pada daerah batas las, hal ini karena daerah yang berbatasan langsung dengan batas las mempunyai ukuran butir yang lebih besar. Hal ini disebabkan karena laju pendinginan pada daerah tersebut lebih lambat sehingga tersedia cukup waktu untuk terjadinya perlumbuhan butir. Pada kawat las E308L (sebelum post heat) nilai kekerasan rata-rata 565 kg/mm², setelah post heat nilai kekerasan batas las 325 kg/mm². Pada kawat las E312-17 (sebelum post heat) 997 kg/mm², setelah post heat nilai kekerasan batas las 293 kg/mm². Untuk kawat las E316L (sebelum post/ heat) nilai kekerasan 965 kg/mm², setelah post heat nilai kekerasan batas las 291 kg/mm².

-

Kata Kunci : elektroda, IIAZ, post fte.rl, struktur mikro, kekerasan, uji tarik, uji bendins

  1. S1-FTK-2007-Passarella_Hot_Tua_Gultom-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2007-Passarella_Hot_Tua_Gultom-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2007-Passarella_Hot_Tua_Gultom-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2007-Passarella_Hot_Tua_Gultom-title2.pdf