Laporkan Masalah

Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMK Negeri 1 Kokap

Mylinda Ayu Nurrahmah, Ami Novianti Subagya, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.A.; Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D

2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas fisik, fungsi reproduksi, dan fungsi kognitif. Salah satu faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada remaja putri adalah pola makan. Kabupaten Kulon Progo dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan wilayah dengan prevalensi anemia remaja putri tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana hubungan pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 1 Kokap.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Responden merupakan remaja putri di SMK Negeri 1 Kokap berusia 15-18 tahun dengan jumlah 77 orang. Pengambilan data menggunakan metode POCT (Point of Care Testing) untuk mengukur anemia serta kuesioner AFHC (Adolescent Food Habit Checklist) untuk menilai pola makan. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square.

Hasil: Mayoritas responden (54,5%) mengalami anemia dan sejumlah remaja putri (53,2%) memiliki pola makan yang tidak sehat. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri (p-value = 0,010).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 1 Kokap.

Background: Anemia among adolescent girls remains a health issue that can affect physical activity, reproductive function, and cognitive function. One factor influencing the incidence of anemia among adolescent girls is dietary patterns. Kulon Progo Regency was selected as the study site because it has the highest prevalence of anemia among adolescent girls in the Special Region of Yogyakarta. 

Research Objective: The objective of this study is to determine the relationship between dietary patterns and the incidence of anemia among adolescent girls at SMK Negeri 1 Kokap.

Method: This study is a non-experimental study using a cross-sectional approach. The respondents were 77 adolescent girls aged 15–18 years at SMK Negeri 1 Kokap. Data collection utilized the POCT (Point of Care Testing) method to measure anemia and the AFHC (Adolescent Food Habit Checklist) questionnaire to assess dietary patterns. The relationship between variables was analyzed using the Chi-Square test.

Results: The majority of respondents (54.5%) suffered from anemia, and a number of adolescent girls (53.2%) had unhealthy eating patterns. Data analysis showed a correlation between eating patterns and the incidence of anemia in adolescent girls (p-value = 0.010).

Conclusion: There is a significant relationship between dietary patterns and the incidence of anemia among female adolescents at SMK Negeri 1 Kokap.

Kata Kunci : anemia, pola makan, remaja putri

  1. S1-2026-479057-abstract.pdf  
  2. S1-2026-479057-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-479057-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-479057-title.pdf