Pedagang Perempuan di Pasar Bantul (Determinan dan proses)
Robani Catursaptani, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra
2002 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini berjudul "Pedagang Perempuan Di Pasar Bantul (Determinan dan Proses). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh kaum perempuan, sedangkan yang merupakan tujuan khusus adalah untuk mengetahui siapa saja yang bertahan menjadi pedagang, alasan apa yang mempengaruhi mereka untuk bertahan menjadi pedagang, untuk mengatahui dampak krisis ekonomi terhadap aktivitas mereka dalam berdagang, untuk mengetahui hubungan antara jenis dagangan, jam kerja, dan modal dengan besarnya pendapatan, serta untuk mengetahui hubungan antara jam kerja dengan kegiatan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei yang mengambil sampel dalam satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat dalam pengambilan data. Pengambilan daerah penelitian dilakukan secara purposiv, diambil 1 (satu) golongan pedagang dalam 4 (empat) golongan yang ada di Pasar Bantul, yaitu pedagang los mengingat jumlahnya relatif paling banyak apabila dibandingkan dengan golongan pedagang lainnya. Responden yang diambil adalah pedagang yang berjualan menempati los-los dalam pasar dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 75 responden dari 487 orang pedagang yang berarti 15,0 persen dari populasi dan diambil dengan cara acak. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa alasan mereka untuk tetap bertahan menjadi pedagang adalah, karena berdagang sudah mendarah daging dan menjadi jiwa mereka. Rata-rata pedagang mengatakan bahwa dampak krisis hanya terasa berat pada awal terjadinya krisis saja, untuk saat sekarang ini mereka merasa biasa saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan mengalami peningkatan apabila jenis dagangan banyak, jam kerja panjang, dan modal tinggi. Mayoritas pedagang tidak libur dalam berdagang selama mereka mengikuti aktivitas sosial, hanya saja mereka menutup dagangannya untuk sementara waktu, yaitu pada saat aktivitas sosial sedang berlangsung untuk kemudian melanjutkan berdagang kembali setelah aktivitas sosial tersebut selesai.
This research was entitled "Women Trader in Bantul Market (Determinant and Process). The general objective of research was to find out trading activity performed by the women, while the special objective was to examine whoever hold out becomes the trader, what reason influence them to hold out beomes the trader, to know an economical crisis impact to their ativity on trade, and to identity the relationship between kind of trade, working hours, and capital and amount of income to observe the relationship between working hours and social activity. This research employ survey method using questionnaire as instrument on collecting data. Research area was selected purposively. One group of trader out of four groups was taken in Bantul Market, namely los trader considering that the amount was relative most excessive than another trader groups. The respondents are the woman trader that occupy the los in the market as many as 75 traders out of 487 traders. It means 15.0 percent of population and was randomly selected. Data collected includes primary and secondary data. The analysis was done using qualitative and quantitative analysis. The result of research indicated that their reason to hold out becomes trader was since the trade have been fles-blooded and becomes their soul. The average of trader said that crisis impact was just felt most severe at the beginning of the crisis, and for the present they have already been familiar whit it. The result of research shows that the increase of income was associated with the number of goods, working hours, and higher capital. Majority of the trader did not leave their economic activities during their social activity, they close their shop in momentary, that is when the activity was taking place and continue their trade after the social activity finished.
Kata Kunci : Pedagang Perempuan, Pasar Bantul, DIY