Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Program CSR Lestari Bahari PT Badak NGL pada Kelompok Berkah Laut Berjaya di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang
Rahmawati Sahfira Hidayah, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si.
2026 | Skripsi | ILMU SOSIATRI
Pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan sebuah upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir utamanya bagi nelayan, buruh harian, dan kelompok usaha masyarakat yang masih menghadapi berbagai bentuk ketidakberdayaan. Upaya pemberdayaan ini mencakup dalam dua dimensi yaitu kekuatan dan kekuasaan. Dalam pelaksanaannya, diperlukan sebuah strategi pemberdayaan yang tepat agar mampu meningkatkan kapasitas sekaligus posisi masyarakat pesisir dalam mengakses dan mengelola sumber daya yang mereka miliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat melalui program CSR Lestari Bahari oleh PT Badak NGL pada kelompok berkah laut berjaya di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Analisis strategi pemberdayaan dilakukan dengan menggunakan strategi 5P oleh Suharto untuk melihat dimensi kekuatan, serta women’s empowerment framework oleh Longwe untuk melihat dimensi kekuasaan, khususnya pada perempuan dalam kelompok.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Data yang diperoleh peneliti merupakan data yang diambil dalam pelaksanaan magang selama 4 bulan di PT Badak NGL tepatnya di Departemen Corporate Communication pada section CSR & Relations. Selama pelaksanaan magang, peneliti terlibat secara langsung dalam kegiatan program CSR Lestari Bahari, sehingga peneliti memperoleh pemahaman yang mendalam terkait proses perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi program. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan dalam dimensi kekuatan pada program telah mencakup pada unsur pemungkinan, penguatan, penyokongan dan pemeliharaan. Namun, pada unsur perlindungan belum sepenuhnya terpenuhi dalam program. Sementara itu, dalam dimensi kekuasaan menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan belum mencapai tingkat kontrol sebagai level tertinggi dalam kerangka Longwe. Keterlibatan perempuan masih terbatas pada tingkat partisipasi dan akses dalam kelompok. Dengan demikian, dalam pelaksanaan program CSR PT Badak NGL menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan program belum sepenuhnya komprehensif dalam memenuhi aspek strategi pemberdayaan, baik pada dimensi kekuatan oleh Suharto maupun dimensi kekuasaan oleh Longwe.
Coastal community empowerment is an effort to improve the welfare of
coastal communities, particularly fishermen, daily laborers, and
community-based business groups who still face various forms of powerlessness.
This empowerment encompasses two main dimensions, namely strength and power. In
its implementation, an appropriate empowerment strategy is required to enhance
both the capacity and position of coastal communities in accessing and managing
their resources. This study aims to analyze community empowerment strategies
through the CSR Lestari Bahari program implemented by PT Badak NGL in the
Berkah Laut Berjaya Group in Tanjung Laut Indah Village. The analysis of
empowerment strategies is conducted using Suharto’s 5P framework to examine the
dimension of strength, and Longwe’s women’s empowerment framework to assess the
dimension of power, particularly in relation to women within the group.
This study employs a descriptive qualitative approach with data
collection techniques including observation, interviews, documentation, and
literature review. The data were obtained during a four-month internship at PT
Badak NGL, specifically in the Corporate Communication Department, CSR &
Relations section. During the internship, the researcher was directly involved
in the CSR Lestari Bahari program activities, enabling a comprehensive understanding
of the planning, implementation, monitoring, and evaluation processes. The
collected data were analyzed using qualitative data analysis techniques,
including data reduction, data display, and conclusion drawing.
The results of this study indicate that the empowerment strategy in the
dimension of strength has covered the elements of enabling, strengthening,
supporting, and maintaining. However, the aspect of protection has not been
fully addressed in the program. Meanwhile, in the dimension of power, the
findings show that women’s empowerment has not yet reached the level of
control, which is the highest level in Longwe’s framework. Women’s involvement
remains limited to the levels of participation and access within the group.
Therefore, the implementation of the CSR program by PT Badak NGL demonstrates
that the empowerment strategy has not yet been fully comprehensive in
fulfilling all aspects of empowerment, both in the dimension of strength based
on Suharto’s framework and in the dimension of power based on Longwe’s
framework.
Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Strategi Pemberdayaan, CSR, Masyarakat Pesisir, Community Empowerment, Empowerment Strategy, CSR, Coastal Communities