Laporkan Masalah

Perlawanan Rakyat Suriah Terhadap Rezim Bashar Al-Assad dalam Puisi “Il? … (?im?) Al-?urrati” Karya Anas Al-Dogheim: Analisis Semiotik Riffaterre

Efi Munasifah, Dr. Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum.

2026 | Skripsi | SASTRA ARAB

Puisi berjudul “Il? … (?im?) al-?urrati” termasuk dalam jenis sastra siber karya Anas al-Dogheim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlawanan rakyat Suriah terhadap rezim Bashar al-Assad pada puisi “Il? … (?im?) al-?urrati”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Riffaterre, yaitu teori untuk menganalisis tanda. Metode analisis yang digunakan mengacu pada dua tahapan Riffaterre, yaitu ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan pembacaan hermeneutik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Il? … (?im?) al-?urrati” merepresentasikan perlawanan rakyat Suriah terhadap rezim Bashar al-Assad yang dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi dan politik. Permasalahan ekonomi meliputi ketidakstabilan, kemiskinan, kesenjangan, serta kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Adapun faktor politik berkaitan dengan sistem pemerintahan yang otoriter dan represif. Selain itu, ditemukan pula bentuk-bentuk perlawanan, baik secara fisik maupun kultural. Perlawanan ini mengandung perjuangan yang bermakna karena setiap pejuang yang tewas maka dia tewas dengan syahid.

The poem “Il? … (?im?) al-?urrati” is a cyber literature work by Anas al-Dogheim. This study aims to analyze the Syrian people's resistance against the Assad regime in the poem “Il? … (?im?) al-?urrati.” The theory used in this study is Riffatere’s semiotic theory, a theory for analyzing signs. The analytical method used refers to Riffaterre's two stages: the indirectness of expression and semiotic reading, consisting of heuristic and hermeneutic reading.

The results show that the poem “Il? … (?im?) al-?urrati” represents the Syrian people's resistance against the Bashar al-Assad regime, which is driven by economic and political factors. Economic problems include instability, poverty, inequality, and policies that are not in favor of the people. The political factors relate to the authoritarian and repressive government system. Furthermore, forms of resistance, both physical and cultural, were also identified. This resistance contains a meaningful struggle because every fighter who dies dies as a martyr.

Kata Kunci : Suriah, Anas al-Dogheim, Perlawanan Rakyat

  1. S1-2026-501414-abstract.pdf  
  2. S1-2026-501414-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-501414-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-501414-title.pdf