MEMBEDAH WACANA SELF-EMPOWERMENT BERBASIS POWER FEMININITY (Analisis Wacana Multimodal Konten TikTok at jazzybaby99)
Anna Tiara Putri, Dr. Dian Arymami, S.I.P., M.Hum
2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana pemberdayaan diri (self-empowerment) terhadap perempuan dikonstruksikan dalam konten TikTok @jazzybaby99 serta melihat keterkaitannya dengan representasi power femininity. Pemberdayaan ini dilihat melalui kerangka psychological empowerment dari Mar A. Zimmerman dengan mengeksplorasi bentuk power femininity yang ditunjukkan dalam diskursus posfeminisme milik Rosalind Gill. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana multimodal dengan tahapan alur kerja David Machin dan Per Ledin. Analisis dilakukan terhadap elemen verbal, visual, dan juga audio, dengan memadukan kerangka Systemic Functional Grammar oleh Halliday & Matthiessen, Visual Grammar dari Kress & van Leeuwen, Gesture oleh Adam Kendon, serta Halliday & Greaves dalam kajian intonasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa wacana pemberdayaan diri dalam konten Jazzy dikonstruksikan melalui dua ranah utama, yaitu ranah personal dan ranah relasional. Pada ranah personal, pemberdayaan dibangun melalui internalisasi self-worth serta regulasi diri, sementara pada ranah relasional, pemberdayaan diwujudkan melalui penegasan otonomi perempuan dalam hubungan romantis serta kapasitas perempuan untuk memfilter pengaruh dari eksternal. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa power femininity yang direpresentasikan dalam pemberdayaan Jazzy bukan merupakan perlawan struktural-konfrontatif, melainkan sebuah manifestasi agensi individu yang bertumpu pada kesadaran kritis untuk menjaga integritas personal secara kuat dan mandiri.
Kata Kunci : Pemberdayaan diri, power femininity, posfeminisme, personal, analisis wacana multimodal, TikTok