Strategi Penguatan Modal Sosial untuk Mengembangkan Pertanian Inklusif di Lumbung Mataraman Kalurahan Guwosari Kapanewon Pajangan Kabupaten Bantul
Alifa Putri Avreliany, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
2026 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi modal sosial anggota dan pengelola dalam
pengembangan program pertanian inklusif, (2) mengidentifikasi strategi penguatan modal sosial
anggota dan pengelola dalam pengembangan program pertanian inklusif. Penelitian ini dilakukan
pada bulan November 2025-Januari 2026. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di
Lumbung Mataraman, Kalurahan Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Metode
yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi dan wawancara kepada
9 informan pengelola Lumbung Mataraman. Data kondisi modal sosial akan dianalisis dan
dirumuskan strategi penguatannya menggunakan metode Threat, Opportunities, Weakness,
Strength (TOWS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial pengelola Lumbung
Mataraman sudah terbentuk, namun belum kuat dan belum seimbang di setiap jenis serta
unsurnya. Saran penelitian adalah (1) mengadakan forum diskusi rutin lintas kelompok,
penegasan aturan kelompok melalui pemberian sanksi, mengadakan agenda kolaboratif
penanaman bersama, kegiatan tahunan bazar hasil panen, dan memperjelas pembagian peran. (2)
Penguatan modal sosial dilakukan dengan sesi konseling kesehatan mental Kelompok Mekar
Jaya, mengadakan festival produk olahan hasil panen, workshop bersama narasumber
peningkatan kesadaran desa inklusif, membuat demplot komoditas unggulan, pengembangan
integrated farming pupuk kompos dari limbah pertanian dengan melibatkan TPS Go-Sari.
This research aims to: (1) determine the social capital condition of members in developing
inclusive agricultural, (2) identify strategies for strengthening social capital of members in
developing inclusive agricultural programs. This research was conducted in November 2025-
January 2026. The research location was determined purposively at Lumbung Mataraman,
Guwosari Village, Pajangan District, Bantul Regency. The method used was descriptive
qualitative by conducting observations and interviews with 9 informants who manage Lumbung
Mataraman. Data on the condition of social capital will be analyzed and strategies for
strengthening it will be formulated using the Threat, Opportunities, Weakness, Strength (TOWS)
method. The results of the study indicate that the social capital of Lumbung Mataraman managers
has been formed, but is not yet strong and not balanced in each type and element. Research
suggestions are (1) holding regular discussion forums, affirming group rules through sanctions,
develop a collaborative seed planting agenda, annual harvest bazaar activities, and clarifying the
division of roles. (2) Strengthening of social capital is carried out through mental health
counseling sessions for the Mekar Jaya Group, holding festivals for processed harvest products,
workshops with resource persons to increase awareness of inclusive villages, creating
demonstration plots for superior commodities, developing integrated farming of compost
fertilizer from agricultural waste by involving TPS Go-Sari.
Kata Kunci : Modal sosial, metode TOWS, pertanian inklusif, Lumbung Mataraman.