Laporkan Masalah

Krisis Identitas Remaja Laki-Laki dalam Serial Adolescence (2025): Analisis Multimodalitas Tokoh Jamie Miller

Faiza Inaya Darnez, Dr. Dian Arymami, S.I.P., M.Hum,

2026 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Serial Adolescence (2025) menampilkan dinamika krisis identitas remaja yang tidak diungkapkan secara langsung melalui dialog, melainkan dibangun melalui unsur visual dan audio yang saling melengkapi. Permasalahan penelitian ini terletak pada bagaimana makna krisis identitas Jamie Miller dibentuk melalui berbagai moda, serta bagaimana perpaduan moda tersebut menegaskan status identitas yang dialaminya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap adegan-adegan kunci yang memperlihatkan konflik psikologis tokoh. Analisis dilakukan menggunakan teori multimodalitas Theo van Leeuwen dengan menelaah pembingkaian gambar, jarak pengambilan gambar, komposisi visual, pewarnaan gambar, pencahayaan, gerak dan sikap tubuh, intonasi suara, tempo bicara, serta penggunaan keheningan. Hasil analisis kemudian diinterpretasikan melalui teori status identitas James Marcia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pengambilan gambar jarak dekat dan pengambilan gambar panjang tanpa potongan menciptakan kesan terjebak dan tertekan. Dominasi warna dingin dan redup menghadirkan suasana muram, sementara ketiadaan msusik latar memperkuat ketegangan emosional. Perpaduan unsur visual dan audio tersebut membangun makna kebingungan, kerentanan, dan keterasingan diri. Berdasarkan analisis, Jamie berada pada tahap moratorium identitas yang ditandai pencarian diri tanpa komitmen yang mantap, kemudian bergeser menuju difusi identitas akibat tekanan keluarga, perundungan teman sebaya, dan dinamika pubertas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna krisis identitas dalam film terbentuk melalui kerja terpadu berbagai moda semiotik.

The series Adolescence (2025) presents the dynamics of adolescent identity crisis not through explicit dialogue, but through visual and audio elements that work together to construct meaning. The problem addressed in this study concerns how the meaning of Jamie Miller’s identity crisis is formed through various modes and how their combination reinforces his identity status. This research employs a qualitative method using observation and documentation of key scenes that depict the character’s psychological conflict. The analysis applies Theo van Leeuwen’s multimodality theory by examining framing, shot distance, visual composition, color grading, lighting, body movement and posture, intonation, speech tempo, and silence. The findings are then interpreted using James Marcia’s identity status theory. The results show that close up shots and long takes without cuts create a sense of confinement and psychological pressure. The dominance of cold and muted tones builds a somber atmosphere, while the absence of background music intensifies emotional tension. The combination of visual and audio elements constructs meanings of confusion, vulnerability, and self-alienation. Based on the analysis, Jamie occupies an identity moratorium, characterized by exploration without stable commitment, and gradually shifts toward identity diffusion due to family pressure, peer bullying, and puberty. This study concludes that the meaning of identity crisis in film emerges through the integrated work of multiple semiotic modes.

Kata Kunci : Serial adolescence, multimodalitas, krisis identitas, remaja

  1. S1-2026-492699-abstract.pdf  
  2. S1-2026-492699-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-492699-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-492699-title.pdf