POLITISASI PASUKAN PERDAMAIAN MINUSCA DI REPUBLIK AFRIKA TENGAH
MOHAMMAD NASHIIR, Prof. Dr. Siti Mutiah Setyawati, M.A.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Tesis ini menganalisis politisasi
operasi MINUSCA di Republik Afrika Tengah akibat kontestasi kepentingan Prancis
dan Rusia. Menggunakan kerangka Calculated Political Will, Instrumentalization,
dan Spoilers, penelitian ini mengungkap bahwa transisi misi didorong
oleh strategi Prancis untuk melakukan risk transfer dan burden sharing kepada
PBB demi meminimalisir risiko domestik. Prancis melakukan instrumentalization
melalui Dewan Keamanan PBB untuk mengamankan kendali strategis, namun tindakan
ini menciptakan celah legitimasi yang dimanfaatkan Rusia sebagai spoiler
operasional melalui Wagner Group yang berubah menjadi Korps Afrika.
Manuver Rusia secara nyata menyebabkan kesulitan pada operasional misi, yang
ditandai dengan kurangnya dukungan Pemerintah Republik Afrika Tengah,
terhambatnya rotasi dan mobilisasi pasukan, hingga pada akhirnya mengakibatkan
terhambatnya otoritas operasional dan terancamnya keamanan pasukan MINUSCA di
Republik Afrika Tengah. Penelitian ini memberikan kontribusi keilmuan bagi
disiplin Hubungan Internasional dan kajian peacekeeping operations
dengan memberikan pembuktian empiris bahwa kesulitan operasional suatu misi
perdamaian di Republik Afrika Tengah pada dasarnya merupakan implikasi langsung
dari kontestasi kepentingan. Temuan ini menegaskan bahwa kepentingan aktor
sejak tahap perencanaan dapat menghambat capaian tujuan misi di Republik Afrika
Tengah serta memperburuk kompleksitas serta ketidakstabilan keamanan di wilayah
konflik melalui persaingan pengaruh antar aktor.
This thesis examines the politicization of MINUSCA
peacekeeping operations in the Central African Republic, driven by the
contestation of interests between France and Russia. Utilizing the frameworks
of Calculated Political Will, Instrumentalization, and Spoilers, this study
reveals that the mission transition was propelled by France's strategy to
implement risk transfer and burden sharing through the UN to minimize domestic
risks. France engaged in instrumentalization within the UN Security Council to secure
strategic control, yet this created a legitimacy vacuum exploited by Russia as
an operational spoiler through the Wagner Group, which transitioned into the
Africa Corps. Russia's maneuvers have significantly caused difficulties in
mission operations, marked by a lack of support from the Government of the
Central African Republic, hindered troop rotation and mobilization, and
ultimately resulting in the obstruction of operational authority and threats to
the security of MINUSCA personnel in the Central African Republic. This
research contributes to International Relations and peacekeeping studies by
providing empirical evidence that operational difficulties in a mission in the
Central African Republic are direct implications of interest contestation. These
findings emphasize that actor interests from the planning stage can hinder the
achievement of mission goals in the Central African Republic and exacerbate the
complexity and security volatility in conflict zones through the competition
for influence between actors.
Kata Kunci : MINUSCA, Politisasi Pasukan Perdamaian, Prancis, Rusia, Republik Afrika Tengah.