IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN ANALISIS FAKTOR KERUSAKAN PADA LOSUNG BOLON (LESUNG PADI) DI DESA NAGASARIBU, SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA
Zsa Zsa Irmayani, Dr. Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A.; Andi Putranto, S.S., M.Sc.; Drs. Musadad, M.Hum.
2026 | Skripsi | ARKEOLOGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis serta faktor penyebab kerusakan material pada Losung Bolon, sebuah bangunan tradisional yang memiliki nilai sejarah penting. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan dan analisis teknis terhadap komponen struktur bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Losung Bolon telah mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Kerusakan ini dikategorikan menjadi kerusakan fisik dan kimiawi. Kerusakan terparah ditemukan pada bagian atap (ijuk) yang mengalami pelapukan akibat pertumbuhan lumut dan mikroorganisme, serta pada papan lantai yang mengalami degradasi akibat paparan sinar ultraviolet dan serangan serangga. sebaliknya, struktur tiang dan balok alas masih dalam kondisi cukup baik karena menggunakan material kayu ulin yang memiliki ketahanan tinggi. faktor utama penyebab kerusakan adalah agen deterioarasi lingkungan seperti curah hujan tinggi, fluktuasi kelembaban, suhu ekstrem, dan aksi vandalisme pada bagian lesung. Sebagai upaya pelestarian, penelitian ini merekomendasikan tindakan konservasi preventif dan interventif, yakni meliputi penggantian material atap dan lantai, pengawetan kayu dengan bahan tradisional, serta perbaikan sistem irigasi lingkungan. partisipasi aktif masyarakat setempat sangat diperlukan dalam proses konservasi untuk meningkatkan rasa kepemilikan dan memastikan keberlanjutan eksistensi Losung Bolon sebagai warisan budaya.
Kata Kunci: Losung Bolon, Kerusakan Material, Konservasi, Kayu Ulin, Bangunan Tradisional
This
research aims to identify and analyse the types and causal factors of material
decay in Losung Bolon, a traditional building of significant historical
importance. This research was conducted through field observations and technical
analysis of the building’s structural components. The findings reveal that
Losung Bolon has undergone significant degradation categorized into physical
and chemical damage. The most severe deterioration was identified in the
roofing (sugar palm fiber/ijuk) due to
the growth of moss and
mocroorganisms, as well as in the floorboards which suffered from ultraviolet radiation and insect
infestations. Conversely, the pillars and foundation beams remain in
good condition owing to the high durability of ulin wood (Eusideroxylon
zwageri). The primari factors of decay are environmental deterioration agents,
including high rainfall, humidity fluctuations, extreme temperatures, and acts
of vandalism on the mortar (lesung). To preserve the structure, this research
recommends both preventive and interventive conservation measures, including
the replacement of roofing and flooring materials, wood preservation using
traditioanl substances, and improvements to the site’s irrigation system.
Active partipation from the local community is essential to foster a sense of
ownership and ensure the long-term sustainability of Losung Bolon as a cultural
heritage site.
Keywords: Losung Bolon,
Material Decay, Conservation, Ulin Wood, Traditional Architecture
Kata Kunci : Losung Bolon, Kerusakan material, konservasi, kayu ulin, bangunan tradisional