Laporkan Masalah

Hubungan Nafsu Makan dan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Lansia di Panti Wreda Budi Dharma dan BPSTW Abiyoso

Atikah Raihana Mulyawan, Prof. Dr. Susetyowati, DCN., M.Kes.; Sri Handayani, S.Gz., RD., MPH

2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok rentan yang berisiko mengalami masalah gizi akibat perubahan fisiologis, penurunan nafsu makan, serta keterbatasan asupan zat gizi. Kondisi ini sering ditemukan pada lansia yang tinggal di panti wreda, sehingga penting dilakukan penilaian terkait nafsu makan, asupan zat gizi, dan status gizi. 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nafsu makan dan asupan zat gizi makro dengan status gizi lansia di Panti Wreda Budi Dharma dan BPSTW Abiyoso. 

Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah 79 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data nafsu makan diperoleh menggunakan kuesioner Simplified Nutritional Appetite Questionnaire (SNAQ), sedangkan asupan zat gizi makro dinilai menggunakan metode food recall 3 x 24 jam yang dianalisis dengan Nutrisurvey 2007. Status gizi diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dan lingkar betis. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. 

Hasil: Sebagian besar (58,2%) lansia memiliki nafsu makan dalam kategori baik, namun asupan zat gizi makro sebagian besar tidak adekuat, serta status gizi lansia menunjukkan sebagian besar mengalami kejadian malnutrisi. Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nafsu makan dengan asupan zat gizi makro (p>0,05). Terdapat hubungan antara nafsu makan dan asupan energi dengan status gizi berdasarkan LILA, serta asupan protein dengan status gizi berdasarkan lingkar betis (p<0>Selain itu, karbohidrat juga berhubungan dengan status gizi berdasarkan LILA dan lingkar betis (p<0>0,05). 

Kesimpulan: Nafsu makan dan beberapa komponen asupan zat gizi makro, seperti energi dan karbohidrat, berhubungan dengan status gizi lansia, terutama berdasarkan indikator LILA, sehingga peningkatan nafsu makan dan pemenuhan asupan gizi makro yang adekuat perlu diperhatikan dalam upaya menjaga status gizi lansia.

Background: The elderly are a vulnerable group at risk of nutritional problems due to physiological changes, decreased appetite, and limited nutrient intake. This condition is often found in elderly living in nursing homes, making it important to assess appetite, nutrient intake, and nutritional status.

Objective: This study aimed to determine the relationship between appetite and macronutrient intake and the nutritional status of elderly at the Budi Dharma Nursing Home and the Abiyoso Nursing Home.

Methods: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. Subjects were 79 elderly who met the inclusion and exclusion criteria. Appetite data were obtained using the Simplified Nutritional Appetite Questionnaire (SNAQ), while macronutrient intake was assessed using a 3 x 24-hour food recall method analyzed with the Nutrisurvey 2007. Nutritional status was measured using mid-upper arm circumference (MUAC) and calf circumference. Data were analyzed using the chi-square test.

Results: Most elderly people have a good appetite (58,2%), but macronutrient intake is largely inadequate, and the nutritional status of the elderly indicates that most suffer from malnutrition. This study did not find a significant relationship between appetite and macronutrient intake (p>0,05). There was a relationship between appetite and energy intake with nutritional status based on MUAC, and protein intake with nutritional status based on calf circumference (p<0>Furthermore, carbohydrate intake was also associated with nutritional status based on MUAC and calf circumference (p<0>0,05).

Conclusion: Appetite and several components of macronutrient intake, such as energy and carbohydrates, are associated with nutritional status in the elderly, especially based on MUAC indicators. Therefore, increasing appetite and meeting adequate macronutrient intake are important in efforts to maintain the nutritional status of the elderly.

Kata Kunci : nafsu makan, asupan zat gizi makro, status gizi lansia, lingkar lengan atas (LILA), lingkar betis

  1. S1-2026-493221-abstract.pdf  
  2. S1-2026-493221-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-493221-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-493221-title.pdf