Laporkan Masalah

Peran Modal Sosial dalam Pelayanan Wisata Menghadapi Risiko Pandemi covid-19 : Studi Kasus Desa Wisata Conto, Wonogiri, Jawa Tengah

Ignatius Dimas Frans Putra Pinilih, Dr. Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si.

2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Pandemi Covid-19 sebagai bencana non alam menimbulkan ketidakpastian dan risiko tinggi bagi sektor pariwisata, khususnya desa wisata yang bertumpu pada partisipasi masyarakat lokal. Desa Wisata Conto di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa wisata yang terdampak pandemi namun mampu menunjukkan kemampuan adaptif dalam menghadapi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pelayanan wisata menghadapi risiko pandemi covid-19 dengan studi kasus Desa Wisata Conto serta menjelaskan dinamika pelayanan wisata pada fase pandemi, new normal dan pascapandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur, observasi dan dokumentasi dengan melibatkan pengelola desa wisata, pemerintah desa dan masyarakat setempat. Hasil temuan menunjukkan bahwa modal sosial yang mencakup kepercayaan, norma dan jejaring sosial berfungsi sebagai mekanisme sosial yang memperkuat proses penanganan risiko pelayanan wisata. Kepercayaan menjadi dasar koordinasi dan legitimasi kebijakan, norma sosial berperan dalam internalisasi aturan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, sementara jejaring sosial memperluas akses terhadap sumber daya, informasi dan dukungan eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa modal sosial tidak hanya berfungsi sebagai aset sosial, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pelayanan wisata di tengah krisis. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian modal sosial dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas, khususnya dalam konteks bencana non alam.

The Covid-19 pandemic, as a non-natural disaster, has created significant heat and risks for the tourism sector, particularly for tourism villages that rely heavily on local community participation. Conto Tourism Village in Wonogiri Regency, Central Java, is one of the tourism villages impacted by the pandemic yet demonstrated its adaptive capacity in responding to the crisis. This study aims to analyze the role of social capital in tourism services facing the risks of the Covid-19 pandemic, using a case study of Conto Tourism Village and to explain the dynamics of tourism services during the pandemic, new normal, and post-pandemic phase. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design and a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving tourism village managers, village goverment officials, and local community members. The findings indicate that social capital, encompassing trust, norms and social networks, serves as social mechanism that strengthens the risk management process in tourism services. Trust forms the basis for policy coordination and legitimacy, social norms play a role in the internalization of regulations and compliance with health protocols, while social networks expand access to resources, information, and external support. These findings confirm that social capital functions not only as a social asset but also as a strategic instrument in tourism services amidst a crisis. This research contributes to the development of social capital studies and commuity-based tourism development, particularly in the context of non-natural disasters.

Kata Kunci : modal sosial, desa wisata conto, pandemi covid-19, pariwisata berbasis komunitas

  1. S1-2026-439436-abstract.pdf  
  2. S1-2026-439436-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-439436-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-439436-title.pdf