Laporkan Masalah

Penyajian Nilai Luhur, Sejarah, dan Karya Inspirasional di Museum UGM Berdasarkan Pengalaman Mahasiswa UGM sebagai Pengunjung

I Putu Adhimas Radiansyah Aryawan, Prof. Dr. Anggraeni, M.A.

2026 | Skripsi | ARKEOLOGI

Museum UGM merupakan lembaga permuseuman milik Universitas Gadjah Mada yang mengemban misi menyajikan informasi nilai-nilai luhur, sejarah perkembangan, serta karya-karya UGM yang inspirasional kepada sivitas akademika dan masyarakat luas. Keberhasilan penyajian tersebut tidak terlepas dari bagaimana pengunjung, khususnya mahasiswa sebagai kelompok pengunjung utama, memaknai dan menginternalisasi informasi yang disajikan melalui koleksi dan tata pamer museum. Penelitian ini mengkaji efektivitas penyajian nilai luhur, sejarah, dan karya inspirasional di Museum UGM berdasarkan pengalaman pengunjung, yaitu mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Fokus penelitian mencakup gambaran pengunjung terhadap penerapan misi museum, ketercapaian penyajian informasi, serta faktor-faktor yang memengaruhi pengalaman berkunjung mahasiswa.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penalaran induktif untuk memahami pengalaman berkunjung mahasiswa UGM di Museum UGM berdasarkan data empiris yang diperoleh langsung dari subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga belas mahasiswa aktif UGM yang dipilih secara purposive, observasi di Museum UGM, serta studi literatur sebagai sumber data sekunder. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka Contextual Model of Learning (CML) yang dikembangkan oleh Falk dan Dierking, mencakup delapan faktor esensial dalam tiga konteks utama, yakni konteks personal, sosiokultural, dan fisik. Kerangka tersebut digunakan untuk memahami bagaimana pengalaman pengunjung dimaknai melalui interaksi antara motivasi dan ekspektasi, pengetahuan awal, pilihan kunjungan, interaksi kelompok, mediasi pihak lain, orientasi ruang, desain fisik, serta refleksi pascakunjungan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pengunjung umumnya berhasil memperoleh gambaran mengenai penerapan misi Museum UGM yang telah tersampaikan dari penyajian informasi tentang nilai-nilai luhur, sejarah, dan karya inspiratif universitas, meskipun tingkat pemahaman tersebut bervariasi sesuai dengan latar pengetahuan, motivasi, dan kondisi kunjungan. Pengalaman pengunjung terbentuk melalui refleksi individu, interaksi sosial selama berada di museum, serta pengaruh ruang dan media penyajian pameran. Museum UGM dipersepsikan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran informal yang mendorong mahasiswa membangun pemahaman terhadap identitas UGM.

The UGM Museum is a museum institution owned by Universitas Gadjah Mada that carries the mission of presenting information on noble values, historical development, and inspirational works of UGM to the academic community and the general public. The effectiveness of such presentation is inseparable from how visitors, particularly students as the primary visitor group, interpret and internalize the information conveyed through the museum's collections and exhibition displays. This study examines the effectiveness of the presentation of noble values, history, and inspirational works at the UGM Museum based on the visitor experiences of Universitas Gadjah Mada students. The research focuses on visitors' understanding of the implementation of the museum's mission, the extent to which the information presentation is achieved, and the factors that influence students' visitor experience.

This study employs a qualitative approach with inductive reasoning to understand the visiting experiences of UGM students at the UGM Museum based on empirical data obtained directly from research subjects. Data were collected through in-depth interviews with thirteen active UGM students selected purposively, field observations at the UGM Museum, and a literature review as a secondary data source. Data analysis was conducted using the Contextual Model of Learning (CML) framework developed by Falk and Dierking, encompassing eight essential factors across three main contexts, namely personal, sociocultural, and physical contexts. This framework was used to understand how visitor experiences are interpreted through the interaction of motivation and expectations, prior knowledge, visiting choices, group interaction, mediation by others, spatial orientation, physical design, and post-visit reflection.

The findings indicate that student visitors generally succeeded in gaining an understanding of the implementation of the UGM Museum's mission and were able to perceive information regarding the university's noble values, history, and inspirational works, although the level of understanding varied according to prior knowledge, motivation, and visiting conditions. Visitor experiences were shaped by individual reflection, social interactions during the visit, as well as the spatial environment and interpretive media of the exhibition.

Kata Kunci : museum, pengalaman pengunjung, Contextual Model of Learning, Museum UGM

  1. S1-2026-497130-abstract.pdf  
  2. S1-2026-497130-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-497130-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-497130-title.pdf