Laporkan Masalah

Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Status Gizi Berdasarkan IMT/U dan Kekuatan Genggam Tangan pada Remaja Usia 13-15 Tahun di Kulon Progo

Essa Anendya Fatmadani, Dra. Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D. ; Farah Faza, S.Gz., M. Gizi

2026 | Skripsi | GIZI KESEHATAN

Latar belakang: Perilaku sedentari semakin mengalami peningkatan pada remaja seiring perkembangan gaya hidup modern. Secara global, 31% populasi belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik, sedangkan di Indonesia 58% remaja tergolong kurang aktif. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi yang berdampak pada status gizi dan penurunan kekuatan otot, yang dapat diukur melalui kekuatan genggaman tangan. 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku sedentari dengan status gizi berdasarkan IMT/U dan kekuatan genggam tangan pada remaja usia 13-15 tahun di Kulon Progo.

Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional yang melibatkan 172 remaja di Kulon Progo. Pengambilan data rata-rata waktu perilaku sedentari diukur menggunakan kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) selama 7 hari. Sedangkan pengukuran status gizi berdasarkan IMT/U dan kekuatan genggam tangan diukur dengan pengukuran langsung. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan menggunakan uji chi-square dan Fisher Exact.

Hasil: Sebanyak 59,3% responden termasuk dalam kategori sedentari yang tinggi dengan rata-rata waktu perilaku sedentari sebanyak 7,15 jam per hari. Status gizi remaja berdasarkan IMT/U sebagian besar berada dalam kategori gizi baik (67,4%). Pada pengukuran kekuatan genggam tangan, 72,1% remaja termasuk dalam kategori normal. Analisis hubungan perilaku sedentari dan status gizi berdasarkan IMT/U tidak menunjukkan hasil signifikan (p=0,676). Tidak ditemukan pula hubungan signifikan antara perilaku sedentari dengan kekuatan genggam tangan (p=0,877).

Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku sedentari dengan status gizi berdasarkan IMT/U pada remaja usia 13-15 tahun di Kulon Progo. Tidak terdapat hubungan signifikan antara perilaku sedentari dengan kekuatan genggam tangan pada remaja usia 13-15 tahun di Kulon Progo.

Background: Sedentary behavior has been increasing among adolescents along the modern lifestyles. Globally, 31% of the population does not meet the recommended levels of physical activity, while in Indonesia, 58% of adolescents are classified as physically inactive. This condition can lead to energy imbalance, affecting nutritional status and reducing muscle strength, which can be measured using handgrip strength. 

Objective: To examine the relationship between sedentary behavior and nutritional status based on body mass index-for-age and handgrip strength among adolescents aged 13-15 years in Kulon Progo. 

Methods: This research is an observational study with a cross-sectional design involving 172 adolescents in Kulon Progo. Sedentary behavior average hour was conducted using the Adolescents Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) for 7 days. While nutritional status based on BMI-for-age and handgrip strength was collected by direct measurements. Correlation among variables analyzed with chi-square and Fischer Exact. 

Results: A total of 59.3% of respondents had high sedentary behavior, with an average of 7.15 hours per day. Most adolescents had normal nutritional status based on BMI-for-age (67.4%). In terms of handgrip strength, 72.1% of adolescents were categorized as normal. The analysis showed no significant association between sedentary behavior and nutritional status based on BMI-for-age (p=0.676). Similarly, no significant relationship was found between sedentary behavior and handgrip strength (p=0.877).

Conclusion: There was no significant relationship between sedentary behavior and nutritional status based on BMI-for-age among adolescents aged 13-15 years in Kulon Progo. There was no significant relationship between sedentary behavior and handgrip strength in adolescents aged 13-15 years in Kulon Progo.

Kata Kunci : perilaku sedentari, status gizi, kekuatan genggam tangan, remaja

  1. S1-2026-494644-abstract.pdf  
  2. S1-2026-494644-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-494644-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-494644-title.pdf