Laporkan Masalah

Terhentinya Program Sego Segawe Dalam Perspektif Teori Pilihan Publik

Aufa Lazuardi Sulaiman, Dr. Samodra Wibawa

2026 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Kebijakan transportasi ramah lingkungan merupakan isu penting dalam pembangunan perkotaan, termasuk upaya pengembangan jalur sepeda di Yogyakarta. Salah satu program yang pernah dijalankan adalah Sego Segawe, namun program tersebut kemudian dihentikan dan kehilangan dukungan kebijakan. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor di balik penghentian kebijakan tersebut serta mengeksplorasi arah kebijakan sepeda yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan komunitas pesepeda, birokrat, dan akademisi, yang dilengkapi dengan dokumen kebijakan, publikasi akademis, dan laporan media. Data sekunder dianalisis menggunakan analisis konten, sementara temuan diinterpretasikan secara tematis melalui lensa Teori Pilihan Publik. Hasil menunjukkan bahwa penghentian Sego Segawe didorong oleh insentif politik yang lemah, dukungan regulasi yang terbatas, dan manfaat politik yang dirasakan rendah. Pesepeda dianggap sebagai kelompok minoritas, sehingga kebijakan sepeda menjadi prioritas rendah. Jalur yang kurang terawat dan perlindungan keselamatan yang minim juga mengurangi minat publik. Oleh karena itu, kebijakan sepeda yang berkelanjutan memerlukan implementasi bertahap dan dukungan.

Environmentally friendly transportation policies are an important issue in urban development, including efforts to develop bicycle lanes in Yogyakarta. One program once implemented was Sego Segawe, but it was later discontinued and lost policy support. This study analyzes the factors behind the policy’s discontinuation and explores directions for more sustainable bicycle policies. The research uses qualitative methods through in-depth interviews with cycling communities, bureaucrats, and academics, complemented by policy documents, academic publications, and media reports. Secondary data were examined using content analysis, while findings were interpreted thematically through the lens of Public Choice Theory. Results indicate that the termination of Sego Segawe was driven by weak political incentives, limited regulatory support, and low perceived political benefits. Cyclists were viewed as a minority group, making bicycle policy a low priority. Poorly maintained lanes and minimal safety protection also reduced public interest. Sustainable bicycle policy therefore requires gradual implementation and support.

Kata Kunci : public policy, bicycle lanes, Public Choice Theory, Sego Segawe, Yogyakarta.

  1. S1-2026-503317-abstract.pdf  
  2. S1-2026-503317-bibliography.pdf  
  3. S1-2026-503317-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2026-503317-title.pdf