Keterikatan Hati dalam Novel Ketemu Suwiraning Daging Karya Ch. Is Sarjoko: Kajian Modus dan Suara Naratologi Gerard Genette
Azaliya Khoirunnisa, Dr. R. Bima Slamet Raharja, S.S., M.A.
2026 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Penelitian ini akan
membicarakan tentang peran modus (mood) dan suara (voice) di
dalam Novel Ketemu Suwiraning Daging karya Ch. Is Sarjoko digunakan
sebagai objek material dalam penelitian ini. Novel tersebut menceritakan
hubungan romansa antara Harjo sebagai abdi dan Artanti sebagai bendara
yang harus terpisah oleh status sosial. Meskipun berbagai rintangan dan jarak
telah memisahkan mereka, cinta di antara keduanya tetap utuh dan pada akhirnya
bersatu kembali. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana
keterikatan hati dihadirkan melalui narasi yang
dibangun oleh pengarang dalam novel Ketemu Suwiraning Daging.
Berdasarkan
teori Naratologi Gerard Genette khususnya pada aspek modus (mood) dan
suara (voice), digunakan sebagai pisau analisis untuk menguraikan
keterikatan hati yang muncul dalam alur cerita. Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif-kualitatif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa keterikatan hati dalam novel Ketemu Suwiraning Daging karya Ch. Is Sarjoko disampaikan dengan jarak dekat (mimesis) dan narator dengan fokalisasi nol dan fokalisasi internal. Selanjutnya, untuk penggunaan waktu penceritaan, yaitu pada masa kini (simultaneous) dan narator tidak hadir sebagai tokoh (heterodiegetic) serta berada pada tingkat naratif (extradiegetic). Berdasarkan hal tersebut, posisi narator dalam menghadirkan keterikatan hati, yaitu dengan menggambarkan batin tokoh secara langsung melalui ungkapan emosional, sehingga pembaca dapat memahami dan merasakan ikatan batin yang menjadi inti naratif cerita.
This study will discuss
the role of mode and voice in the novel Ketemu Suwiraning Daging by Ch. Is
Sarjoko, which is used as the material object in this study. The novel tells
the romantic relationship between Harjo as a servant and Artanti as an employer
who must be separated by social status. Although various obstacles and distance
have separated them, the love between the two remains intact and they
eventually reunite. This study aims to describe how emotional attachment is
presented through the narrative constructed by the author in the novel Ketemu
Suwiraning Daging.
Based on Gerard
Genette's narratology theory, particularly in terms of mood and voice, it is
used as an analytical tool to describe the emotional attachment that arises in
the storyline. This study uses a descriptive-qualitative method.
The analysis shows that the emotional attachment in Ch. Is Sarjoko novel Ketemu Suwiraning Daging is conveyed through close proximity (mimesis) and a narrator with zero focalization and internal focalization. Furthermore, the narrative time frame is in the present (simultaneous), and the narrator is not present as a character (heterodiegetic) and is at the narrative level (extradiegetic). Based on this, the narrator's position in presenting emotional attachment is to describe the characters' inner feelings directly through emotional expressions, so that readers can understand and feel the emotional bonds that form the core of the narrative.
Kata Kunci : keterikatan hati, priyayi, status sosial, naratologi, modus dan suara.