Penerapan Asas Proporsionalitas dalam Kebijakan Pengembalian Barang dengan Alasan Tidak Lagi Diperlukan pada Marketplace TikTok Shop
Maria Melina Pentika, Alfatika Aunuriella Dini, S.H.,M.Kn.,Ph.D.
2026 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan
menganalisis kesesuaian kebijakan pengembalian barang dengan alasan “tidak lagi
diperlukan” pada marketplace TikTok Shop dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, serta menganalisis pengaruhnya
terhadap keseimbangan hak dan kewajiban merchant berdasarkan asas
proporsionalitas dalam kontrak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan
konseptual, yang didukung oleh wawancara dengan narasumber dari akademisi
perlindungan konsumen dan praktisi dari industri e-commerce sebagai data
pelengkap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengembalian barang dengan alasan “tidak lagi diperlukan” pada marketplace TikTok Shop tidak memiliki kesesuaian dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Kebijakan tersebut memberikan ruang pembatalan perjanjian jual beli secara sepihak oleh konsumen tanpa adanya kesalahan/ketidaksesuaian barang yang dikirim dan/atau antara jangka waktu aktual pengiriman, cacat tersembunyi, rusak, kadaluwarsa, dan/atau kegagalan pelaksanaan kewajiban lainnya oleh merchant, Dalam perspektif asas proporsionalitas, kebijakan tersebut terbukti memengaruhi keseimbangan hak dan kewajiban merchant. Kebijakan tersebut memperluas hak konsumen untuk mendapatkan ganti kerugian tanpa pembuktian adanya kesalahan/ketidaksesuaian barang yang dikirim dan/atau antara jangka waktu aktual pengiriman, cacat tersembunyi, rusak, kadaluwarsa, dan/atau kegagalan pelaksanaan kewajiban lainnya oleh merchant, sehingga hal tersebut menciptakan ketidakseimbangan prestasi dan kontra-prestasi serta mengalihkan beban risiko dan biaya transaksi secara sepihak kepada merchant.
This
study aims to examine and analyze the conformity of the “no longer needed”
return policy implemented by the TikTok Shop marketplace with the prevailing
laws and regulations in Indonesia, as well as to assess its impact on the
balance of rights and obligations of merchant based on the principle of
proportionality in contract law.
This
research employs a normative juridical method using statutory and conceptual
approaches, supported by interviews with resource persons consisting of
consumer protection academics and practitioners from the e-commerce industry as
supplementary data.
The results show that the return policy based on the reason “no longer needed” on the TikTok Shop marketplace is not in conformity with the prevailing laws and regulations in Indonesia. The policy provides room for unilateral cancellation of sales contracts by consumers in the absence of fault or non-conformity of the goods delivered, delays in the actual delivery period, hidden defects, damage, expiration, or other failures in the performance of obligations by merchants. From the perspective of the principle of proportionality, this policy affects the balance of merchants’ rights and obligations. It expands consumers’ rights to obtain compensation without proof of merchant fault or non-conformity, thereby creating an imbalance between performance and counter-performance and unilaterally shifting transaction risks and costs to merchants.
Kata Kunci : Asas Proporsionalitas, Pengembalian Barang, Marketplace.