SISTEM REKOMENDASI MAKANAN UNTUK PEMENUHAN TDEE MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING DENGAN PERHITUNGAN MATCH SCORE BERDASARKAN DATA TKPI
Revandra Aryo Dwi Krisnandaru, Dinar Nugroho Pratomo, S.Kom., M.IM., M.Cs.
2026 | Tugas Akhir | D4 Teknologi Perangkat Lunak
Sistem rekomendasi makanan diperlukan untuk membantu
pemenuhan kebutuhan nutrisi harian pengguna. Penelitian ini mengembangkan
sistem rekomendasi makanan untuk pemenuhan Total Daily Energy Expenditure
(TDEE) menggunakan metode K-Means Clustering berdasarkan data Tabel
Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Dataset yang digunakan terdiri dari 1.124
makanan Indonesia yang dikelompokkan berdasarkan kesamaan profil makronutrien,
yang mencakup energi, protein, lemak, karbohidrat, dan serat. Evaluasi clustering
menggunakan tiga metrik validasi (Silhouette Score, Davies-Bouldin
Index, dan Calinski-Harabasz Index) menunjukkan bahwa K-Means
dengan K=7 menghasilkan performa terbaik dibandingkan Gaussian Mixture Model
(GMM) dan Hierarchical Clustering. Sistem menghasilkan rekomendasi
makanan menggunakan perhitungan jarak Euclidean antara profil nutrisi
makanan dengan kebutuhan harian pengguna saat ini yang masih belum terpenuhi
setelah memperhitungkan konsumsi harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-Means
Clustering berhasil mengelompokkan makanan Indonesia ke dalam tujuh
kategori, dengan kelompok makanan tinggi protein, karbohidrat seimbang, dan
rendah kalori tinggi serat sebagai kelompok utama dalam data makanan TKPI.
Food recommendation systems play a crucial role in
assisting individuals to meet their daily nutritional requirements. This study
proposes a content-based food recommendation system designed to support Total
Daily Energy Expenditure (TDEE) fulfillment through K-Means clustering
algorithm, utilizing data from the Indonesian Food Composition Table (TKPI).
The dataset comprises 1,124 Indonesian food items, which are clustered based on
macronutrient profile similarities encompassing energy, protein, fat, carbohydrates,
and fiber. Performance evaluation conducted using three validation
metrics—Silhouette Score, Davies-Bouldin Index, and Calinski-Harabasz
Index—indicates that K-Means with K=7 clusters outperforms both Gaussian
Mixture Model (GMM) and Hierarchical Clustering approaches. The recommendation
mechanism employs Euclidean distance computation to match food nutritional
profiles with users' remaining daily nutritional requirements after calculating
their current consumption. Results demonstrate that K-Means successfully
partitions Indonesian foods into seven distinct categories, with high-protein,
balanced-carbohydrate, and low-calorie high-fiber food groups emerging as the
dominant clusters within the TKPI dataset.
Kata Kunci : Sistem Rekomendasi Makanan, K-Means, BMR, TDEE, TKPI