Laporkan Masalah

Depresi pada Guru SD yang Mengajar di Perkotaan dan Pedesaan

Prabata, Dr. Adi Sukarto

1994 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Depresi tidak hanya universal, tetapi juga tidak pandang bulu. Pengamatan terakhir menunjukkan bahwa penderita depresi yang miskin sama banyaknya dengan penderita depresi yang kaya. (Priest, 1990) Tidak ada profesi yang terkecualikan dari depresi. Depresi dapat diderita sopir, ibu rumah tangga, pedagang, guru, pekerja bangunan, kontraktor, dan lain-lain. (Priest, 1990) Guru merupakan manusia biasa yang tidak dapat lepas dari penyakit depresi. Petersen (1964) mengemukakan bahwa guru dapat mengalami frustasi dan tekanan (stres) seperti orang dewasa umumnya. Apabila banyak guru SD yang menderita depresi, akan memberikan masa depan yang suram bagi bangsa Indo- nesia. guru dari dari dan Dalam penelitian cross sectional ini berhasil diambil 84 guru SD yang telah lolos uji kebohongan dengan instrumen MMPI, yang terdiri dari 42 orang guru SD di Kodia Yogyakarta dan 42 orang guru SD di Kab. Kulon Progo. Lima orang dari 84 guru SD yang mengajar di Kodia Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo dalam penelitian ini mempunyai derajat depresi lebih dari 17 (3 %), 46 orang mempunyai derajat depresi antara 7 dan 17 (55%), dan 36 orang mempunyai derajat depresi kurang atau sama dengan 6 (42%). Tiga orang yang mempunyai derajat depresi lebih dari 17 berasal Kodia Yogyakarta, dua orang berasal Kab. Kulon Progo. lima puluh guru yang mempunyai derajat depresi antara 7 dan 17 dua puluh lima guru SD berasal dari Kodia Yogyakarta dua puluh lima guru SD berasal dari Kab. Kulon Progo. Empat belas orang dari dua puluh sembilan guru SD yang mempunyai derajat depresi kurang atau sama dengan enam berasal dari Kodia Yogyakarta, lima belas orang guru SD berasal dari Kab. Kulon Progo. Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat depresi pada guru SD yang mengajar di Kodia Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo dalam penelitian ini adalah : jenis kelamin, umur, pendidikan, status ekonomi, jumlah anak, permasalahan dalam rumah tangga, permasalahan di dalam pekerjaan, permasalahan di dalam masyarakat. Uji statistik dengan menggunakan Chi-square pada masing-masing faktor tersebut didapatkan p> 0,05, yang berarti tidak bermakna secara statistik. Ketidak bermaknaan ini disebabkan karena faktor-faktor tersebut saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Sesuai dengan pendapat Muchlas (1991) bahwa stres itu bersifat kumulatif. Dalam penelitian ini hipotesanya diterima yaitu tidak ada perbedaan yang bermakna frekuensi depresi guru SD yang mengajar di perkotaan dan pedesaan. Perlunya penelitian yang lebih mendalam terhadap faktor-faktor penyebab depresi guru SD dan cara mengatasinya oleh pihak yang berwewenang.

Kata Kunci : Depresi, Guru SD, Perkotaan, Pedesaan

  1. S1-FKU_1994-Prabata-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU_1994-Prabata-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU_1994-Prabata-TableofContent.pdf  
  4. S1-FKU_1994-Prabata-Title.pdf