Pengorganisasian Komunikasi Kesehatan Sekolah Lansia (Studi Kasus Disparitas Digital di Kabupaten Sleman Tahun 2025)
Nadya Puspita, Novi Kurnia, Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi pengorganisasian informasi kesehatan melalui proses komunikasi
Sekolah Lansia dalam konteks disparitas digital lansia di Kabupaten Sleman
tahun 2025. Disparitas digital lansia tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan
perangkat, tetapi juga mencakup aspek motivasi, akses material, keterampilan,
dan penggunaan teknologi digital yang memengaruhi kemampuan lansia dalam
menerima, memahami, serta memverifikasi informasi kesehatan. Kondisi tersebut
menempatkan lansia dalam situasi informasi kesehatan yang ambigu dan
multitafsir, sehingga membutuhkan ruang klarifikasi berbasis komunitas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma
konstruktivisme dan metode studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam terhadap enam narasumber, observasi partisipan pada tujuh
lokasi pelaksanaan Sekolah Lansia, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan
menggunakan Reflexive Thematic Analysis Braun dan Clarke, sedangkan
interpretasi temuan menggunakan kerangka sensemaking Karl Weick dan konsep
disparitas digital Jan van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah
Lansia berperan sebagai ruang pengorganisasian informasi kesehatan melalui
pembelajaran tatap muka, penyederhanaan istilah kesehatan, pengulangan materi,
serta pemanfaatan media cetak dan digital secara bertahap. Dalam perspektif
sensemaking, tahap enactment tampak pada pembentukan realitas program, tahap
selection pada pemilihan strategi, aturan, dan kanal komunikasi, sedangkan tahap
retention tampak pada penyimpanan praktik ke dalam panduan, kurikulum, dan
struktur pelaksanaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengorganisasian
informasi kesehatan bagi lansia memerlukan proses pemaknaan organisasi yang
berkelanjutan untuk mendukung akses informasi kesehatan yang lebih inklusif di
tengah disparitas digital lansia.
This study aims to explore the
organization of health information through the communication process of Elderly
School within the context of the digital disparity among older adults in Sleman
Regency in 2025. The digital disparity among older adults is not limited to
device ownership, but also includes motivation, material access, skills, and
the use of digital technology, all of which affect older adults’ ability to
receive, understand, and verify health information. This condition places older
adults in an ambiguous and multi-interpretable health information environment,
thereby requiring a community-based space for clarification. This study
employed a qualitative approach with a constructivist paradigm and a single
case study method. Data were collected through in-depth interviews with six
informants, participant observation at seven Elderly School locations, and
documentation. Data were analyzed using Braun and Clarke’s Reflexive Thematic
Analysis, while the findings were interpreted through Karl Weick’s sensemaking
framework and Jan van Dijk’s concept of digital disparity. The findings show
that Elderly School functions as a space for organizing health information
through face-to-face learning, simplification of health terms, repetition of
materials, and the gradual use of print and digital media. From the perspective
of sensemaking, the enactment stage appears in the formation of program
reality, the selection stage appears in the choice of strategies, rules, and
communication channels, while the retention stage appears in the preservation
of practices through guidelines, curriculum, and implementation structure. This
study concludes that organizing health information for older adults requires an
ongoing process of organizational sensemaking to support more inclusive access
to health information amid the digital disparity among older adults.
Kata Kunci : Sensemaking, Disparitas Digital Lansia, dan Pengorganisasian Informasi Kesehatan