Laporkan Masalah

Evaluasi Kesiapan Strategis Transporter Pihak Ketiga Dalam Menghadapi Implementasi Kebijakan Zero ODOL 2027: Studi Kasus Ekosistem Logistik Cargill Indonesia

AHMAD FIKRI ALFATTAH, Prof. Drs. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A., M.P.M., M.P.U., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Manajemen

Pemerintah Indonesia berencana untuk menegakkan kembali implementasi regulasi Zero Overloading and Overdimesion (ODOL) pada tahun 2027 mendatang untuk mengurangi dampak praktik ODOL seperti kecelakaan, kerusakan infrastruktur jalan dan lain sebagainya. Penegakan kebijakan ini berimplikasi terhadap adanya perubahan praktik operasional logistik transporter, sehingga dapat menimbulkan disrupsi apabila tidak dipersiapkan dengan baik. Dalam konteks Cargill Indonesia, transporter memiliki peran vital sebagai eksekutor utama dalam ekosistem logistik perusahaan. Situasi ini membuka potensi adanya disrupsi layanan transporter apabila terdapat kesenjangan kesiapan dalam menghadapi implementasi regulasi tersebut.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kesiapan strategis transporter Cargill Indonesia serta mengidentifikasi kesenjangan kesiapannya. Selanjutnya dilakukan analisis terkait dampak risiko bagi ekosistem logistik Cargill Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan wawancara dan studi dokumen sebagai sumber datanya. Proses analisis menggunakan pendekatan tematik dengan menggunakan landasan teori sebagai “lensa” analisis, yaitu Institutional Theory, Strategic Readiness, RBV Operant & Operand, Dynamic Capabilities dan Enterprise Risk Management dimensi performance.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan transporter tidak seragam dengan kesenjangan kesiapan terdiri dari kesiapan kapasitas operasional (truk, kontainer, dsb.), jumlah dan kompetensi SDM, standarisasi proses kontrol internal serta tata kelola perusahaan dan kesepakatan batas muatan dengan pelanggan serta implikasi tarifnya. Adapun dampak risiko bagi Cargill Indonesia yaitu keterbatasan pemenuhan order, keterlambatan pengiriman, penurunan skor KPI OTIF, kenaikan biaya logistik dan penurunan reputasi di mata pelanggan akhir.

Indonesia Government is expected to strengthen enforcement of the Zero Over-Dimension and Over-Loading (ODOL) regulation in 2027 to reduce negative externalities associated with ODOL practices, including road safety incidents and accelerated infrastructure degradation. However, stricter enforcement will require transporters to redesign key operational practices (e.g., payload governance, equipment deployment, and execution discipline), creating a tangible risk of logistics disruption when readiness is uneven. For PT Cargill Indonesia, third-party transporters are pivotal execution partners; therefore, readiness gaps may directly impair logistics continuity and service performance.

This study assesses the strategic readiness of Cargill Indonesia’s transporters for ODOL 2027, identifies dominant readiness gaps, and evaluates the resulting risk implications for Cargill’s logistics ecosystem. Using a qualitative design, the study draws on semi-structured interviews and document analysis. Data were examined through deductive thematic analysis using Institutional Theory, Strategic Readiness, the Resource-Based View (operand and operant resources), Dynamic Capabilities, and the Performance dimension of the COSO Enterprise Risk Management (ERM) framework as analytical lenses.

Findings indicate heterogeneous readiness across transporters, with gaps concentrated in (1) operational capacity (e.g., trucks, containers, and supporting equipment), (2) workforce availability and competence, (3) standardization of internal controls and governance, and (4) alignment with customers on compliant payload limits and related commercial implications. These gaps translate into material risk exposures for Cargill Indonesia, including constrained order fulfillment, shipment delays, deterioration in OTIF performance, logistics cost escalation, and reputational risk at the end-customer level.

Kata Kunci : Zero ODOL 2027, PT Cargill Indonesia, Ekosistem Logistik, Transporter, Institutional Theory, Strategic Readiness, RBV Operant & Operand, Dynamic Capabilities, Enterprise Risk Management - Performance, Logistics Ecosystem, third-party transporters, Institu

  1. S2-2026-530874-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530874-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530874-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530874-title.pdf