Pengembangan Metode Penilaian Kompetensi Berbasis Asuhan Gizi Terstandar Pada Dietetic Intern Program Pendidikan Profesi Dietisien
A. Fahmy Arif Tsani, Prof. Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes
2026 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Latar
belakang:
Profesi dietisien berperan penting dalam menjamin kualitas pelayanan gizi
melalui penerapan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Namun, hingga
kini belum tersedia kerangka sistem penilaian yang baku untuk menilai
kompetensi asuhan gizi mahasiswa pendidikan profesi dietisien di Indonesia.
Perbedaan instrumen antarinstitusi menimbulkan potensi kesenjangan pengukuran
dan ketidaksamaan kualitas lulusan. Di sisi lain, perkembangan regulasi profesi
dan akreditasi menuntut adanya penilaian yang sahih, objektif, dan sesuai
pendekatan workplace-based learning.
Tujuan
penelitian:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka sistem penilaian
kompetensi asuhan gizi yang dapat digunakan sebagai acuan dalam evaluasi
keterampilan mahasiswa pendidikan profesi dietisien.
Metode:
Penelitian
ini menggunakan rancangan mixed methods dengan desain multifase empat
tahap. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui telaah dokumen dan wawancara
mendalam, dilanjutkan dengan pengembangan kerangka sistem penilaian. Pendekatan
kuantitatif dilakukan melalui penilaian konsensus ahli terkait komponen
penilaian instrumen dan survei persepsi. Analisis data kualitatif dilakukan
dengan NVIVO 12. Konsensus ahli dianalisis dengan Content Validity
Index (CVI), sedangkan kejelasan redaksi menggunakan Face Validity Index
(FVI). Survei persepsi stakeholder dianalisis serta secara
deskriptif dan uji beda independent t-test.
Hasil:
Penelitian
ini menghasilkan kerangka sistem penilaian kompetensi asuhan gizi yang mencakup
enam komponen (skrining, asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring-evaluasi,
dokumentasi) dengan total 27 butir penilaian, jenis metode yang dipakai, serta
kolom umpan balik kualitatif. Hasil uji menunjukkan konsesus ahli dan kejelasan
redaksi yang baik dengan nilai I-CVI dan I-FVI ?0,83, S-CVI/Ave=0,98,
S-CVI/UA=0,89, S-FVI/Ave=0,99 (dosen) dan 0,98 (CI), S-FVI/UA=0,89 (dosen) dan
0,78 (CI). Persepsi stakeholder terkait penerimaan instrumen sangat baik
dengan proporsi respon positif ?95% pada seluruh butir pertanyaan. Uji beda
menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara dosen dan CI pada mayoritas
butir (p>0,05).
Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengembangkan kerangka sistem penilaian kompetensi yang berfokus pada PAGT dengan tingkat kesepakatan ahli dan persepsi stakeholder yang sangat baik. Implementasi kerangka ini diharapkan dapat meningkatkan objektivitas dan mutu evaluasi kompetensi mahasiswa pendidikan profesi dietisien di Indonesia.
Background:
Dietitians
holds a pivotal role in maintaining the quality of nutrition services through
the application of the Nutrition Care Process (NCP). However, a standardized
assessment framework to evaluate the nutrition care competence of dietetic
interns is currently unavailable in Indonesia. Variations in assessment
instruments across institutions may lead to measurement disparities and
inconsistencies in graduate quality. Meanwhile, changes in professional
regulations and accreditation standards require assessment approaches that are
sound, objective, and aligned with workplace-based learning. Objective: This study aimed to
develop an assessment framework for evaluating nutrition care competence that
can serve as a basis for assessing dietetic interns’ skills. Results: The study produced a
nutrition care competency assessment framework, comprising 27 assessment items
across six components (screening, assessment, diagnosis, intervention,
monitoring–evaluation, and documentation), assessment methods, and a
qualitative feedback section. The results demonstrated strong expert consensus
and good clarity of wording, with I-CVI and I-FVI values of ?0.83,
S-CVI/Ave=0.98, S-CVI/UA=0.89, S-FVI/Ave=0.99 (lecturers) and 0.98 (CI), and
S-FVI/UA=0.89 (lecturers) and 0.78 (CI). Stakholder’s perception on the instrument
was good, with ?95% positive responses across all items, and no significant
differences between lecturers and clinical instructors on most items (p>0.05). Conclusion: The study successfully
developed a NCP-focused assessment framework, which is expected to enhance the
objectivity and quality of competence evaluation for dietetic interns in
Indonesia.
Methods: This research employed a mixed-methods design with four
sequential phases. Qualitative methods included document analysis and in-depth interviews,
followed by the development of the assessment framework. Quantitative methods
involved expert consensus assessment of the instrument components and a
perception survey. Qualitative data were analyzed using NVIVO 12. Expert
consensus was examined using the Content Validity Index (CVI), while clarity of
wording was assessed using the Face Validity Index (FVI). Stakeholder
perception data were analyzed descriptively and using independent t-test.
Kata Kunci : Asuhan gizi terstandar, dietetic intern, pendidikan profesi dietisien, penilaian kompetensi / Nutrition care process, dietetic intern, dietetic internship, assessment