Laporkan Masalah

Analisis Implementasi Tapping Box Sebagai Alat Monitor Kepatuhan Perpajakan Wajib Pajak Daerah Pajak Restoran di Kabupaten Magelang (Studi Kasus Wajib Pajak Daerah Kabupaten Magelang)

Yoga Adi Haryanto, Arika Artiningsih, S.E., M.Acc., M.Com., M.Res., Ph.D., CFE., CFra., CPA (Aust.)

2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Tujuan Penelitian - Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran dan pemahaman penerimaan penerapan teknologi tapping box oleh wajib pajak daerah Kabupaten Magelang sebagai alat monitor kepatuhan perapajakan pajak restoran di lingkup Kabupaten Magelang. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis faktor pengaruh penerimaan tapping box.

Metode Penelitian - Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, terdapat dua jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu data primer yang didapatkan melalui wawancara mendalam terhadap Kepala Bidang Pendataan BPKAD dan wajib pajak daerah pajak restoran di Kabupaten Magelang dan data sekunder yang didapatkan melalui reviu dokumen. 

Temuan - Temuan penelitian menunjukkan bahwa wajib pajak daerah menerima penggunaan tapping box sebagai alat monitor kepatuhan perpajakan. Faktor yang memengaruhi penggunaan teknologi tersebut adalah kemudahan penggunaan alat, bantuan teknis, dan pengganti mesin point of sale. Faktor eksternal yang memengaruhi WPD adalah (1) adanya insentif dan disinsentif pajak bagi wajib pajak sesuai dengan tingkat kepatuhan perapjakan; (2) masih adanya ketidakmerataan penerapan pajak restoran di Magelang. 

Oriisnalitas - Orisinalitas ditunjukkan dengan adanya pembahasan terkait penerapan tappping box pada WPD Kabupaten Magelang oleh BPKAD untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Magelang. Orisinalitas juga tampak dari digunakannya teori penerimaan teknologi dan teori keadilan perpajakan untuk menganalisis penerimaan tapping box sebagai alat monitor kepatuhan perpajakan. 



Research Objectives - This study aims to obtain an overview and understanding of the acceptance of tapping box technology by Magelang Regency taxpayers as a tool to monitor restaurant tax compliance within the regency. Furthermore, this study also aims to analyze the factors influencing tapping box acceptance. 

Research Methods - This study employed a qualitative research method with a case study approach. It utilized two types of data sources: primary data, gathered through in-depth interviews with the Head of Data Collection Division of the Regional Revenue and Expenditure Agency (BPKAD) and regional restaurant taxpayers in Magelang Regency; and secondary data, obtained through document review.

Findings - The research findings indicate that regional taxpayers accept the use of the tapping box as a tool for monitoring tax compliance. Factors influencing the use of this technology include ease of use, technical assistance, and the replacement of point-of-sale machines. External factors influencing WPDs include the existence of tax incentives and disincentives for taxpayers based on their level of tax compliance. Furthermore, there is still inequality in the application of the restaurant tax in Magelang; not all restaurants are designated as regional taxpayers. 

Originality - Originality is demonstrated by the discussion of the implementation of tapping box technology in the Magelang Regency taxpayer by the BPKAD to increase Magelang Regency's Regional Original Revenue. in addition, this study applied the technology acceptance theory and tax justice theory to analyze the acceptance of tapping boxes as a tax tool for compliance monitoring



Kata Kunci : keadilan perpajakan, pajak daerah, penerimaan teknologi

  1. S2-2026-490858-abstract.pdf  
  2. S2-2026-490858-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-490858-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-490858-title.pdf