Pemetaan Risiko dan Analisis Kelayakan Finansial Proyek KPBU Pembangunan Rumah Susun di Ibu Kota Nusantara Kalimantan Timur
RYAN FARID RAHMANTO, Gumilang Aryo Sahadewo, SE, MA, Ph.D.
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini
bertujuan untuk memetakan risiko dan menganalisis kelayakan finansial pada
proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pembangunan Rumah Susun
di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya. Mengingat
kompleksitas proyek di lokasi ibu kota baru, penelitian ini menekankan pada
pendekatan berbasis risiko untuk menghadapi ketidakpastian kebijakan, kondisi
fiskal, dan fluktuasi biaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Analisis risiko dilakukan
menggunakan Matriks Risiko untuk mengidentifikasi probabilitas dan dampak,
sementara analisis kelayakan finansial menggunakan metode Discounted Cash
Flow (DCF) untuk menghitung Net Present Value (NPV), Internal
Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), dan Payback
Period (PP). Penelitian ini juga menerapkan
Analisis Sensitivitas, Analisis Skenario, dan Simulasi Monte Carlo untuk
menguji ketahanan proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek memiliki
profil risiko tingkat menengah hingga ekstrem / sangat tinggi, dengan dua
risiko ekstrem utama yaitu keterlambatan pembayaran Availability Payment
(AP) dan perubahan regulasi IKN, yang dapat dimitigasi melalui penjaminan
pemerintah dan struktur kontrak yang kuat. Secara finansial, proyek dinyatakan
layak dengan NPV positif sebesar Rp 836,65 miliar, IRR sebesar 12,72% yang
lebih tinggi dari Weighted Average Cost of Capital (WACC) sebesar 9,24%, BCR
sebesar 1,16, dan masa pengembalian investasi (Payback Period) selama 7,16
tahun. Meskipun proyek sensitif terhadap penurunan AP dan kenaikan biaya
investasi (CAPEX), serta analisis skenario menunjukkan potensi standar deviasi
(risiko) yang besar untuk berbagai kondisi makro ekonomi, namun simulasi Monte
Carlo menunjukkan probabilitas kerugian 9,17% (di bawah batas 10%),
menegaskan bahwa proyek ini bankable dan layak dilaksanakan dengan
strategi mitigasi risiko yang tepat.
This
study aims to map risks and analyze the financial feasibility of the
Public-Private Partnership (PPP) Project for the Construction of the Apartment in the Capital City of
Nusantara (IKN) executed by PT Hutama Karya. Given the complexity of the
project in the new capital city, this research emphasizes a risk-Based approach
to address policy uncertainties, fiscal conditions, and cost fluctuations. This
study employs a quantitative descriptive method with a single case study
approach. Risk analysis is conducted using a Risk Matrix to identify
probability and impact, while financial feasibility analysis uses the
Discounted Cash Flow (DCF) method to calculate Net Present Value (NPV),
Internal Rate of Return (IRR), Benefit-Cost Ratio (BCR), and Payback Period
(PP). This study also applies Sensitivity Analysis, Scenario Analysis, and
Monte Carlo Simulation to test project resilience. The results indicate that
the project has a medium to extremes / very high-risk profile, with two primary
extreme risks: delays in Availability Payment (AP) and changes in IKN
regulations, which can be mitigated through government guarantees and strong
contractual structures. Financially, the project is declared feasible with a
positive NPV of IDR 836.65 billion, an IRR of 12.72%—which is higher than the
Weighted Average Cost of Capital (WACC) of 9.24%—a BCR of 1.16, and a Payback
Period of 7.16 years. Although the project is sensitive to an AP reduction and a Capital Expenditure
(CAPEX) increase and also scenario analysis shows the potential for large
standard deviations (risks) for various macroeconomic conditions, but the Monte
Carlo simulation demonstrates a loss probability 9,17% (less than the limit
treshold 10%) , confirming that the project is bankable and feasible to
implement with appropriate risk mitigation strategies.
Kata Kunci : KPBU, Rumah Susun IKN, Pemetaan Risiko, Kelayakan Finansial, Availability Payment, DCF, NPV, IRR, BCR, PP, Analisis Sensitivitas, Analisis Skenario, Simulasi Monte Carlo