Laporkan Masalah

AKTIVISME DIGITAL KE AKTIVISME SOSIAL: STUDI KASUS PADA KOMUNITAS HUMANIES PROJECT

Nisa Fauztina, Dr. Mufti Nurlatifah, S.I.P., M.A.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Perkembangan teknologi digital telah melahirkan bentuk baru gerakan sosial yang dikenal sebagai aktivisme digital, yaitu praktik aktivisme yang memanfaatkan platform digital untuk mobilisasi massa, advokasi politik, dan penyebaran isu publik. Fenomena ini terlihat jelas dalam konteks Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Indonesia, ketika media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter), menjadi ruang utama ekspresi politik masyarakat. Salah satu akun yang muncul dan berkembang dalam konteks tersebut adalah @humaniesproject, yang awalnya berfungsi sebagai akun pendukung pasangan calon presiden nomor urut 01 dengan pendekatan fandom populer, terinspirasi dari akun @aniesbubble. Seiring berjalannya waktu, @humaniesproject mengalami perubahan signifikan, dari akun kampanye politik digital menjadi komunitas yang menyuarakan isu-isu sosial dan kemanusiaan serta terlibat dalam aksi nyata di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivisme digital dan aktivisme sosial yang dilakukan oleh Humanies Project dalam kacamata aktivisme digital George & Leidner (2019), termasuk tahapan dan strategi komunikasi yang digunakan dalam membangun partisipasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas media sosial, dokumentasi konten digital, serta penelusuran aktivitas komunitas Humanies Project. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humanies Project memanfaatkan media sosial X sebagai medium utama aktivisme digital dan terdapat proses hierarki aktivisme digital George & Leidner. Simpulannya, Humanies Project menunjukkan bahwa aktivisme digital dapat bertransformasi secara efektif menjadi aktivisme sosial yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata melalui hierarki aktivisme digital dan strategi komunikasi yang adaptif serta partisipatif.

The development of digital technology has given rise to new forms of social movements known as digital activism, namely activist practices that utilize digital platforms for mass mobilization, political advocacy, and the dissemination of public issues. This phenomenon became particularly evident during Indonesia’s 2024 Presidential Election, when social media—especially platform X (formerly Twitter)—served as a primary arena for public political expression. One account that emerged and evolved within this context was @humaniesproject, which initially functioned as a digital supporter of the presidential candidate pair number 01 through a popular fandom-based approach inspired by the @aniesbubble account. Over time, @humaniesproject underwent a significant transformation from a digital political campaign account into a community advocating social and humanitarian issues and engaging in offline collective action. This study aims to analyze the digital activism and social activism carried out by the Humanies Project through the lens of George & Leidner’s (2019) digital activism framework, including the stages and communication strategies used to build public participation. This research adopts a qualitative approach using a descriptive case study method. Data were collected through observation of social media activities, documentation of digital content, and tracing the community activities of the Humanies Project. The findings show that the Humanies Project utilizes X (formerly Twitter) as its primary medium for digital activism and that a digital activism hierarchy process, as proposed by George & Leidner, is present. In conclusion, the Humanies Project demonstrates that digital activism can effectively transform into more structured, sustainable, and impactful social activism through the digital activism hierarchy and adaptive, participatory communication strategies.

Kata Kunci : Kata Kunci: aktivisme digital, aktivisme sosial, hierarki aktivisme digital George dan Leidner, humanies project.

  1. S2-2026-530953-abstract.pdf  
  2. S2-2026-530953-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-530953-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-530953-title.pdf