ANALISIS KESESUAIAN PEMERIKSAAN MORFOLOGI SUMSUM TULANG DAN SITOKIMIAWI DENGAN IMMUNOPHENOTYPING PANEL SKRINING PADA LEUKEMIA AKUT
Cut Regia Heldayana, Dr. dr. Umi Solekhah Intansari, M.Kes, Sp.PK., Subsp.P.I. (K), Subsp.I.K. (K); Dr. dr. Tri Ratnaningsih, M.Kes, Sp.PK., Subsp.H.K.(K), Subsp.B.D.K.T. (K)
2026 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Patologi Klinik
Latar Belakang: Leukemia akut merupakan keganasan hematologi dengan mortalitas
tinggi. Di Indonesia, pemeriksaan morfologi sumsum tulang masih menjadi metode
utama diagnosis leukemia, namun memiliki keterbatasan pada morfologi sel blas
non spesifik atau hasil sitokimiawi tidak mendukung. Pemeriksaan immunophenotyping dapat
meningkatkan akurasi diagnosis melalui deteksi ekspresi antigen spesifik, namun
terkendala biaya yang mahal dan ketersediaan panel. Acute Leukemia
Orientation Tube (ALOT) merupakan panel skrining immunophenotyping untuk
membedakan lineage mieloid dan limfoid secara efisien dan
lebih terjangkau, namun data mengenai kesesuaiannya dengan pemeriksaan
morfologi masih terbatas.
Tujuan: Menganalisis
kesesuaian diagnosis laboratoris leukemia akut berdasarkan pemeriksaan
morfologi dan sitokimiawi sumsum tulang dengan immunophenotyping panel
skrining.
Metode: Studi
observasional analitik dengan desain cross sectional ini
dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pasien anak dan dewasa suspek
leukemia akut menjalani pemeriksaan morfologi dan sitokimiawi sumsum tulang
menggunakan Sudan Black B dan Periodic Acid Schiff.
Pemeriksaan dilanjutkan dengan immunophenotyping panel
skrining untuk mendeteksi penanda lineage. Analisis kesesuaian
menggunakan concordance rate dan koefisien Cohen’s
Kappa.
Hasil: Pemeriksaan morfologi dan sitokimiawi sumsum tulang menunjukkan diagnosis
ALL pada 38 kasus (67,8%), AML pada 15 kasus (26,8%), dan morfologi non
spesifik pada 3 kasus (5,4%). Berdasarkan immunophenotyping, lini
limfoid 40 pasien (71,4%), lini mieloid 14 pasien (25%), dan mixed
phenotype acute leukemia (MPAL) 2 pasien (3,6%). Concordance
rate antara pemeriksaan morfologi dan immunophenotyping panel
skrining mencapai 94,6%, dengan nilai Cohen’s Kappa sebesar
0,84 yang menunjukkan kesesuaian sangat kuat. Ketidaksesuaian terutama
ditemukan pada kasus dengan morfologi non spesifik dan ekspresi antigen yang
minimal pada immunophenotyping.
Simpulan: Tingkat kesesuaian antara morfologi dan sitokimiawi sumsum tulang
dengan immunophenotyping panel skrining pada leukemia akut
menunjukkan concordance rate sebesar 94,6%, dengan nilai Cohen’s
Kappa sebesar 0,84 yang mencerminkan tingkat kesesuaian sangat kuat.
Background: Acute
leukemia is a hematologic malignancy with high mortality. In Indonesia, bone
marrow morphology and cytochemical examination remain the primary diagnostic
methods; however, these methods have limitations in cases with non-specific
blast morphology or inconclusive cytochemical results. Immunophenotyping can
improve diagnostic accuracy through the detection of specific antigen
expression, but its use is often limited by high cost and the availability of
antibody panels. The Acute Leukemia Orientation Tube (ALOT) is an
immunophenotyping screening panel designed to efficiently and more affordably
differentiate myeloid and lymphoid lineages. However, data regarding its
concordance with morphological examination remain limited.
Objective:
To analyze the concordance of laboratory diagnosis of acute leukemia based on
bone marrow morphology and cytochemical examination with immunophenotyping
screening panel results.
Methods: This
analytical observational study with a cross-sectional design was conducted at
Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta. Pediatric and adult patients
suspected of acute leukemia underwent bone marrow morphology and cytochemical
examination using Sudan Black B and Periodic Acid–Schiff staining.
Immunophenotyping screening panel analysis was subsequently performed to detect
lineage markers. Concordance was evaluated using the concordance rate and
Cohen’s Kappa coefficient.
Results:
Bone marrow morphology and cytochemical examination showed acute lymphoblastic
leukemia (ALL) in 38 cases (67.8%), acute myeloid leukemia (AML) in 15 cases
(26.8%), and non-specific morphology in 3 cases (5.4%). Immunophenotyping
results showed lymphoid lineage in 40 patients (71.4%), myeloid lineage in 14
patients (25%), and mixed phenotype acute leukemia (MPAL) in 2 patients (3.6%).
The concordance rate between morphological examination and immunophenotyping
screening panel was 94.6%, with a Cohen’s Kappa value of 0.84, indicating very
strong agreement.
Conclusion: Bone
marrow morphology and cytochemical examination showed a very strong concordance
with the immunophenotyping screening panel in the diagnosis of acute leukemia.
Kata Kunci : morfologi sumsum tulang, immunophenotyping, acute myeloid leukemia, acute lymphoblastic leukemia, Cohen’s Kappa/bone marrow morphology, immunophenotyping, acute myeloid leukemia, acute lymphoblastic leukemia, Cohen’s Kappa