Pengembangan Model Home Health Care Routing and Scheduling untuk Kasus Luka dengan Karakteristik Continuity of Care dan Patient Requirements
Allit Surya Dewa Kuniska, Ir. Nur Mayke Eka Normasari, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.
2026 | Skripsi | TEKNIK INDUSTRI
Peningkatan prevalensi luka, khususnya pada kelompok masyarakat dengan keterbatasan mobilitas dan kebutuhan perawatan berkelanjutan, mendorong kebutuhan adanya layanan kesehatan yang dapat secara langsung menjangkau masyarakat seperti Home Health Care (HHC). Dalam praktiknya, penyelenggaraan HHC menghadapi tantangan operasional yang kompleks, terutama dalam penentuan rute dan jadwal kunjungan perawat yang efisien sekaligus mampu memenuhi preferensi dan kebutuhan pasien. Pedis Care Malang sebagai objek penelitian menghadapi permasalahan ketidakefisienan rute kunjungan, di mana waktu transportasi mencapai sekitar 15–30?ri total waktu kerja harian perawat sehingga diperlukan metode atau model yang mampu meningkatkan efisiensi rute dan penjadwalan layanan HHC. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model matematis Home Health Care Routing and Scheduling (HHCRS) pada kasus perawatan luka dengan mempertimbangkan karakteristik multi-period, continuity of care, time windows, dan patient requirements.
Model dikembangkan menggunakan pendekatan Mixed Integer Linear Programming (MILP) dengan fungsi objektif meminimalkan total waktu tempuh perjalanan perawat. Studi kasus dilakukan pada penyedia layanan perawatan luka Pedis Care Malang. Model yang diusulkan diuji melalui proses verifikasi dan validasi untuk memastikan konsistensi logika beserta kesesuaian dengan kondisi operasional di dunia nyata. Selain itu, analisis sensitivitas dilakukan terhadap beberapa parameter utama, yakni durasi kunjungan, jam kerja minimal perawat, dan jam kerja maksimal perawat untuk mengevaluasi dampak perubahan parameter terhadap keputusan penentuan rute dan penjadwalan perawat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu menghasilkan rute dan jadwal kunjungan yang feasible dan optimal dengan tetap memenuhi continuity of care dan kebutuhan pasien. Dibandingkan kondisi saat ini, model memberikan peningkatan kinerja dengan rata-rata pengurangan total waktu tempuh sebesar 63 menit atau sekitar 32%. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa durasi layanan serta jam kerja minimal dan maksimal perawat memberikan dampak terhadap hasil penentuan rute dan penjadwalan perawat. Secara keseluruhan, model yang dikembangkan dapat menjadi alat bantu pengambilan keputusan bagi penyedia layanan HHC dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan perawatan luka.
Kata Kunci : optimization model, home health care routing and scheduling, mixed integer linear programming, patient requirements, time windows, continuity of care