Laporkan Masalah

Pengaruh Environmental Management Accounting terhadap Firm Performance dengan Green Process Innovation sebagai Variabel Mediasi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Gabriela Vera Sifra Gagola, Ertambang Nahartyo, Dr., M.Sc., CMA., Ak., CA

2026 | Tesis | S2 Ilmu Akuntansi/Akuntansi Terapan

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Environmental Management Accounting (EMA) terhadap kinerja perusahaan, dan mengetahui peran Green Process Innovation (GSI) sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara EMA dan kinerja perusahaan. Penelitian ini menggunakan perspektif teori natural resource-based view (NRBV) untuk mengeksplorasi bagaimana konstrukti ini berinteraksi.

Metode penelitian – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain data panel. Data dikumpulkan melalui metode analisis konten terhadap laporan keberlanjutan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk ranking PROPER. Analisis konten dilakukan untuk mengekstraksi informasi terkait variabel penelitian secara sistematis dan terukur. Data panel selanjutnya dianalisis menggunakan Stata versi 17 dengan teknik estimasi regresi data panel untuk menguji hubungan antarvariabel.

Temuan –  Hasil penelitian mengindikasikan bahwa EMA tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja lingkungan, menunjukkan bahwa penerapan EMA lebih efektif untuk mendukung pengelolaan dan pencapaian kinerja lingkungan, dibandingkan manfaat finansial yang cenderung membutuhkan waktu dan pengeluaran biaya impelmentasi pada tahap awal. Selanjutnya, GSI mampu memediasi hubungan EMA dan kinerja keuangan, namun tidak dengan hubungan EMA dan kinerja lingkungan. Manfaat finansial lebih mungkin tercapai ketika informasi EMA ditransformasikan menjadi strategi inovasi proses hijau dibandingkan dengan manfaat kinerja lingkungan.

Batasan/Implikasi – Penelitian ini terbatas hanya pada perusahaan yang terdaftar di BEI dan masuk ranking PROPER dengan periode 2022 sampai 2024 dengan menggunakan pendekatan time-lag t-1. Pemanfaatan EMA memerlukan integrasi strategis dengan GSI agar memberikan manfaat kinerja yang lebih komprehensif.

Orisinalitas – Penelitian ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya mengenai pengujian EMA dan inovasi hijau di negara berkembang termasuk Indonesia yang masih terbatas. Hasil penelitian ini ini diharapkan menjadi bermanfaat secara praktis bagi manajemen perusahaan untuk implementasi kapabilitas lingkungan tidak hanya kebutuhan normatif tetapi sebagai bentuk strategi perusahaan. Dengan demikian, implementasi kapabilitas lingkungan seperti EMA dan GSI dapat meningkatkan kinerja perusahaan.


Kata kunciEnvironmental Management Accounting, Green Process Innovation, Green Innovation, Kinerja Perusahaan, PROPER

Objectives – This study aims to examine the effect of Environmental Management Accounting (EMA) on firm performance and to identify the role of Green Process Innovation (GSI) as a mediating variable in the relationship between EMA and firm performance. Drawing on the natural resource-based view (NRBV) theory, this study examines how these constructs interact to enhance organizational outcomes.

Research Methods This study employed a quantitative approach with a panel data design. Data were collected through content analysis of sustainability reports of companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and included in the PROPER ranking. The content analysis was conducted to systematically and measurably extract information related to the research variables. The panel data were analyzed using Stata version 17 with panel data regression estimation techniques to test the relationship between variables.

Findings – The results indicate that while EMA does not have a significant effect on financial performance, it has a positive and significant effect on environmental performance. This suggests that EMA implementation is more effective in supporting environmental management and improving environmental performance than in generating immediate financial benefits, which tend to require time and initial implementation costs. Furthermore, GSI mediates the relationship between EMA and financial performance, but not the relationship between EMA and environmental performance. Financial benefits are more likely to be achieved when EMA information is transformed into green process innovation strategies rather than directly influencing environmental performance outcomes.

Limitations/Implications This study is limited to companies listed on the IDX and included in the PROPER ranking during the period 2022-2024, employing a one-year time lag (t-1) approach. The findings imply that EMA utilization requires strategic integration with GSI to generate more comprehensive performance benefits.

Originality – This study addresses the research gap in examining EMA and green innovation in developing countries, including Indonesia, where empirical evidence remains limited. The findings provide practical implications for corporate management by emphasizing that environmental capabilities should not merely fulfill normative requirements but serve as a strategic resource. Therefore, the implementation of environmental capabilities such as EMA and GSI can enhance overall firm performance.


Keywords – Environmental Management Accounting, Green Process Innovation, Green Innovation, Firm Performance, PROPER

Kata Kunci : Environmental Management Accounting, Green Process Innovation, Green Innovation, Kinerja Perusahaan, PROPER

  1. S2-2026-529778-abstract.pdf  
  2. S2-2026-529778-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-529778-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-529778-title.pdf