Laporkan Masalah

Perkembangan fisik kec. Mlati kab. Sleman tahun 1992-2000

Rr. Liza Khoirunissa, Prof. Dr. Hadi Sabari Yunus, M.A.

2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini bertujuan mengungkap perkembangan fisik Kecamatan Mlati selama 8 tahun yaitu antara tahun 1992 sampai dengan 2000. Dipilihnya kurun waktu 8 tahun, dengan asumsi dalam rentang waktu tersebut terjadi perubahan fisik dari penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Tiga tujuan penelitian ini yaitu (1) mengkaji variasi distribusi spasial perkembangan fisik Kecamatan Mlati Tahun 1992-2000, (2) mengkaji perubahan luas penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian serta pengaruhnya terhadap perkembangan fisik Kecamatan Mlati dari Tahun 1992-2000.(3) mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh dalam perkembangan fisik Kecamatan Mlati Tahun 1992-2000. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survai, tehnik pengumpulan data primer menekankan pada pemanfaatan foto udara dengan metode sampling dan analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan keruangan dengan melihat pola persebaran, struktur keruangan, dan proses keruangan dengan menggunakan dan memanfaatkan data foto udara Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1992 dan 2000. Pengambilan data primer dilakukan dengan wawancara langsung dengan responden, informan dan key person. Analisa data secara kuantitatif dilakukan dengan tabel frekuensi, rangking, skoring, serta analisa statistik korelasi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu (1) distribusi perkembangan fisik Kecamatan Mlati dalam kurun waktu delapan tahun, pengurangan lahan tertinggi pada lahan sawah seluas 204,424 ha, sedangkan penambahan luas penggunaan lahan terbesar terjadi pada lahan permukiman seluas 187,317 ha. Perubahan fisik terbesar terjadi di Desa yang berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta yaitu Desa Sinduadi, (2) perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian yang terjadi selama kurun waktu delapan tahun antara tahun 1992 sampai 2000, yaitu luas lahan pertanian mengalami pengurangan seluas 224,368 ha; (3) faktor aksesibilitas, prakarsa pengembang dan peraturan pemerintah secara signifikan mempengaruhi perkembangan fisik Kecamatan Mlati. Dari keempat faktor tersebut, faktor aksesibilitas paling berpengaruh dalam perkembangan fisik Kecamatan Mlati.

This research is trying to find out the physical development of Mlati Sub-district from the year 1992 until 2000. The eight-year period is chosen by considering the assumption that during this period there is a physical development in Mlati Sub-district from agricultural land into built-up area. The goals of this research are (1) to analyze the spatial distribution variation of physical development in Mlati Sub-district; (2) to analyze the width of land use changing from agricultural land into built-up area and its influences to physical development of Mlati Sub-district from the year 1992 until 2000; (3) to analyze the factors which affect in physical development of Mlati Sub-district from the year 1992 until 2000. The research method is survey method; data collection for primary data is concentrated by using aerial photograph with sampling method and qualitative and quantitative data analysis. Spatial approach is done by observing the spreading pattern, spatial structure, and spatial processes by using aerial photograph data year 1992 and 2000. Primary data collection is done by interviewing the respondents, informants and key-persons. Quantitative data analysis is done by using frequency table, ranking, scoring, and correlation statistical analysis. The results of this research are (1) the distribution of physical development of Mlati Sub-district in eight years period, 1992-2000, the maximum of land use decreasing is 204.424 ha of agricultural land, the maximum of land use increasing is 187.317 ha of settlement area. The largest physical changing is happened in Sinduadi Village, which has direct connection to Yogyakarta City: (2) land use changing from agricultural land into non-agricultural land during eight years period, 1992-2000, is that agricultural land decrease as much as 224.368 ha; (3) accessibility factor, developer's initiative and government regulation are significantly affect the physical development of Mlati Sub-district city. The accessibility factor is the most affecting factor of physical development of Mlati Sub-district

Kata Kunci : perkembangan fisik, penggunaan lahan,physical development, land use

  1. S1-2007-161230-abstract.pdf  
  2. S1-2007-161230-bibliography.pdf  
  3. S1-2007-161230-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-161230-title.pdf