Peran Ketahanan Finansial dalam Peningkatan Kualitas Lingkungan Hunian Rumah Tangga di Indonesia Tahun 2022
Nadia Imti Luqiana, Amirullah Setya Hardi, S.E., Cand.Oecon., Ph.D.
2026 | Tesis | S2 Magister Ek.Pembangunan
Kualitas lingkungan hunian merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan rumah tangga yang mencerminkan kondisi fisik tempat tinggal, akses terhadap fasilitas dasar, serta lingkungan hidup yang sehat dan layak. Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan hunian adalah ketahanan finansial, yaitu kemampuan rumah tangga dalam menjaga stabilitas keuangan, mengelola risiko, dan menghadapi guncangan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran ketahanan finansial dalam memengaruhi kualitas lingkungan hunian rumah tangga di lima kelompok wilayah, yaitu Indonesia, Jawa, Non–Jawa, urban, dan rural. Penelitian ini menggunakan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2022, dengan metode analisis Ordinary Least Square (OLS) dan Instrumental Variable (IV) untuk mengatasi potensi endogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas lingkungan hunian di tingkat nasional (Indonesia), wilayah Jawa, non Jawa, dan urban. Sebaliknya, ketahanan finansial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kualitas lingkungan hunian di wilayah rural, yang menunjukkan adanya keterbatasan struktural dan kondisi lokal dalam mewujudkan stabilitas finansial ke dalam peningkatan kualitas hunian di wilayah perdesaan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan yang berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi rumah tangga seperti melalui peningkatan akses terhadap layanan keuangan formal, pembiayaan produktif, serta peningkatan literasi keuangan dan dukungan terhadap kegiatan ekonomi rumah tangga. Selain itu, kebijakan juga perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik wilayah. Di wilayah urban dan Pulau Jawa, penguatan akses terhadap layanan keuangan formal dapat menjadi instrumen yang efektif, sedangkan di wilayah rural perlu didukung melalui penguatan usaha rumah tangga, peningkatan keterampilan kerja, dan perluasan sumber pendapatan. Dengan demikian, penguatan ketahanan finansial rumah tangga diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas lingkungan hunian.
Housing environmental quality is an important indicator of household well–being, reflecting the physical condition of dwellings, access to basic facilities, and a healthy and adequate living environment. One factor that may influence housing environmental quality is financial resilience, defined as the ability of households to maintain financial stability, manage risks, and cope with economic shocks. This study aims to examine the role of financial resilience in shaping household housing environmental quality across five regional classifications: Indonesia, Java, non Java regions, urban areas, and rural areas. Using data from the 2022 National Socio–Economic Survey (SUSENAS), this study employs Ordinary Least Squares (OLS) and Instrumental Variable (IV) estimation to address potential endogeneity issues. The results indicate that financial resilience has a positive and statistically significant effect on housing environmental quality at the national level, in Java, non Java regions, and urban areas. In contrast, financial resilience does not exhibit a significant effect on housing environmental quality in rural areas, suggesting the presence of structural constraints and local contextual factors that limit the translation of financial stability into improvements in housing conditions in rural settings. Based on these findings, this study recommends the implementation of policies that focus on strengthening household economic capacity, such as improving access to formal financial services, productive financing, financial literacy, and support for household economic activities. In addition, policies should consider regional characteristics. In urban areas and in Java, improving access to formal financial services may serve as an effective instrument, while in rural areas it should be supported by strengthening household businesses, improving work skills, and expanding more stable sources of income. Therefore, strengthening household financial resilience is expected to contribute to the improvement of housing environmental quality.
Kata Kunci : Kualitas lingkungan hunian, ketahanan finansial, demografik faktor, Atribut hunian, Instrumental Variable, SUSENAS.