ANALISIS BEP PENGANGKUTAN DENGAN TRUK DI KPH JATIROGO PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR
Yayan Sarnada, Ir. H. Haryanto, M.S.
2003 | Skripsi | S1 KEHUTANANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya angkutan truk swasta dan biaya angkutan truk dinas di KPH Jatirogo serta mengetahui alat angkutan yang paling ekonomis pada tingkat produksi tertentu dengan menggunakan metode Break Even Point (SEP). Adapun cara analisis yang dipakai terdiri dari tiga tahap yaitu analisis biaya angkutan truk dinas KPH Jatirogo, analisis biaya angkutan truk swasta KPH JATIROGO dan analisis Break Even Point (BEP) antara biaya angkutan truk dinas dan truk swasta. Analisis biaya angkutan truk dinas dilakukan untuk mengelompokkan biaya total truk dinas kedalam biaya tetap dan biaya tidak tetap truk dinas. Analisis biaya angkutan truk swasta dilakukan untuk mengetahui tarip angkutan truk swasta di KPH JA TIROGO sebagai biaya tidak tetapnya, pada jarak angkut rata-rata truk di KPH Jatirogo. Sedangkan analisis Break Even Point (BEP) antara biaya angkutan truk dinas dan truk swasta dilakukan untuk menentukan tingkat produksi yang sama sehingga antara truk dinas dan truk swasta di KPH Jatirogo memiliki biaya total yang sama pada tingkat produksi tersebut. Hasil analisis biaya truk dinas menunjukkan truk dinas di KPH Jatirogo berjumlah 6 unit, biaya tetap truk dinas terdiri dari biaya penyusutan sebesar Rp O; biaya pajak sebesar Rp 237.066/th; biaya asuransi sebesar Rp 25.000/th; biaya bunga sebesar Rp O; gaji operator sebesar Rp 13.162.070/th. Biaya tidak tetap truk dinas terdiri dari biaya bahan bakar sebesar Rp 4.486.877/th; biaya minyak pelumas sebesar Rp 4.322.739/th; biaya ban sebesar Rp 11.450.750/th; suku cadang sebesar Rp 22.274.104/th dan service sebesar Rp 1.929.927/th. Nilai tersebut diatas merupakan nilai rata-rata dari 6 truk dinas. Prestasi angkutan rata-rata truk dinas 1260,43 m3/th sehingga biaya tidak tetap truk dinas adalah Rp 41.696/m3 . Tarip angkutan truk swasta yang merupakan biaya tidak tetap truk swasta pada jarak angkut rata-rata adalah Rp 46.250/m3 • Hasil analisis BEP menunjukkan truk dinas dan truk swasta memiliki biaya total sama yaitu sebesar Rp 136.333.900 pada tingkat produksi 2947,76 m3 (break-even). Hasil angkutan rata-rata seluruh truk per tahun KPH JATIROGO 2000-2002 adalah 1772,859 m3 • Diperoleh kesimpulan bahwa truk swasta merupakan alat angkut hasil hutan yang paling ekonomis di KPH Jatirogo periode 2000-2002.
Kata Kunci : Pengangkutan,