Hubungan antara Efikasi Diri dengan Kualitas Hidup Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RS Sardjito Yogyakarta
Arla Tyara Pujakusuma, Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes.; Arifin Triyanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB.
2026 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Pasien dengan Congestive Heart Failure (CHF) seringkali mengalami penurunan kualitas hidup akibat gejala fisik dan keterbatasan aktivitas. Selain intervensi farmakologis, faktor internal individu memegang peranan esensial sebagai prediktor dalam pencapaian luaran yang optimal, khususnya efikasi diri yang dianggap mampu berkontribusi dalam menjaga konsistensi pasien menjalani proses perawatan dan secara simultan berpengaruh pada kualitas hidup.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien CHF di RS Sardjito Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif non experimental dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 dengan melibatkan 96 pasien CHF melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Cardiac Self Efficacy Scale (CSE Scale) dan Minnesota Living with Heart Failure (MLHFQ) yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai median efikasi diri responden sebesar 34,00 dengan rentang skor 24 – 48 dan median kualitas hidup sebesar 31,00 dengan rentang skor 20 – 62. Hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,003) dengan kekuatan korelasi lemah dan arah negatif (r= -0,303).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RS Sardjito Yogyakarta.
Background: Patients with congestive heart
failure (CHF) frequently experience diminished quality of life due to
persistent physical symptoms and functional limitations. Beyond pharmacological
therapy, internal individual factors play a critical role as determinants of
clinical outcomes, particularly self-efficacy, which facilitates sustained
adherence to the care regimen and concurrently influences quality of life.
Research
Objectives: This study aimed to analyze the correlation between self-efficacy and
quality of life among patients with congestive heart failure (CHF) at Sardjito
Hospital Yogyakarta.
Method: This non-experimental quantitative
study utilized a correlational analytic design with a cross-sectional approach.
The study was conducted in December 2025 and recruited 96 patients with CHF
through consecutive sampling. Data were collected using the Indonesian versions
of the Cardiac Self-Efficacy Scale (CSE Scale) and the Minnesota Living with
Heart Failure Questionnaire. The correlation between variables was assessed
using the Spearman rank test.
Results: The analysis revealed a median
self-efficacy score of 34,00 (range: 24–48) and a median quality of life score
of 31,00 (range: 20–62). A statistically significant correlation between
self-efficacy and quality of life was identified (p = 0,003), indicating a weak
negative relationship (r = ?0,303).
Conclusion: There is a relationship between self-efficacy and quality of life among patients with congestive heart failure (CHF) at Sardjito Hospital, Yogyakarta.
Kata Kunci : Congestive Heart Failure, efikasi diri, kualitas hidup