Keragaman Genetik Melon (Cucumis melo L.) Hasil Iradiasi Sinar Gamma Berdasarkan Penanda Morfologi Dan Molekuler Berbasis Miniature Inverted Transposable Elements
Siva Fida Sani, Agus Budi Setiawan, S.P.,M.Sc.,Ph.D. ; Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc.
2026 | Tesis | S2 Ilmu Pemuliaan Tanaman
Melon
Golden Aroma merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi yang memerlukan
perluasan keragaman genetik dasar guna mendukung pengembangan kultivar unggul
baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas iradiasi sinar
gamma dalam meningkatkan keragaman genetik pada populasi M0 dan M1 melalui
karakterisasi morfologi dan analisis molekuler berbasis Miniature Inverted
Repeat Transposable Elements (MITEs). Percobaan disusun dalam Rancangan
Acak Lengkap dengan lima perlakuan dosis iradiasi (0, 200, 300, 400, dan 500
Gy). Analisis perkecambahan menunjukkan penurunan viabilitas seiring
peningkatan dosis dan menghasilkan nilai LD?? sebesar 398,81 Gy, yang mengindikasikan tingkat
radiosensitivitas tinggi pada varietas ini. Karakterisasi morfologi berdasarkan
deskriptor IPGRI menunjukkan bahwa dosis tinggi, terutama 500 Gy,
menginduksi perubahan fenotipik paling nyata pada bentuk daun, ukuran dan warna
buah, kekerasan, serta kandungan °Brix. Analisis molekuler menggunakan penanda
MITEs dominan dan kodominan menunjukkan tingkat polimorfisme yang tinggi (PIC
hingga 0,75), terdeteksinya alel baru, serta hilangnya alel parental pada
beberapa lokus akibat induksi mutasi. Analisis klaster, PCoA, dan AMOVA
mengungkapkan divergensi genetik yang jelas antara populasi M0 dan M1, meskipun
pemisahan klaster M1 belum sepenuhnya tegas akibat segregasi alel yang masih
berlangsung pada generasi awal. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menegaskan bahwa iradiasi sinar gamma efektif memperluas keragaman genetik
melon Golden Aroma dan bahwa penanda MITEs merupakan alat molekuler yang
sensitif dan informatif untuk mendeteksi perubahan genetik hasil mutasi,
sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam program pemuliaan melon berbasis seleksi
mutan.
This
study aimed to evaluate the effectiveness of gamma irradiation in enhancing the
genetic diversity of Golden Aroma melon (Cucumis melo L.) through
morphological characterization and molecular analysis using Miniature
Inverted Repeat Transposable Elements (MITEs)-based markers. The experiment
was arranged in a Completely Randomized Design with five irradiation doses (0,
200, 300, 400, and 500 Gy). Germination analysis revealed decreasing viability
with increasing doses and an LD?? value of approximately
398.81 Gy, indicating high radiosensitivity of this variety. Morphological
evaluation based on IPGRI descriptors demonstrated that higher doses,
particularly 500 Gy, induced pronounced phenotypic variations in leaf
morphology, fruit size and color, firmness, and °Brix content. Molecular
analysis employing dominant and codominant MITEs markers revealed high
polymorphism (PIC up to 0.75), the emergence of novel alleles, and the loss of
parental alleles at several loci following gamma irradiation. Cluster analysis,
PCoA, and AMOVA confirmed clear genetic divergence between M0 and M1
populations, although incomplete separation of M1 clusters reflected ongoing
allele segregation in early mutant generations. Overall, these findings
demonstrate that gamma irradiation effectively broadens genetic variability in
Golden Aroma melon and that MITEs-based markers provide a powerful molecular
approach for detecting mutation-induced genetic changes and supporting mutant-based
breeding programs.
Kata Kunci : melon, iradiasi gamma, keragaman genetik, morfologi, MITEs