Laporkan Masalah

Dinamika Komunikasi Internal Wanagama Dalam Upaya Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Sebagai Biodiversity UNESCO Global Geopark

ADE LUTHFY MUHAMMAD HILMY, Alia Bihrajihant Raya, S.P., M.P., Ph.D ; Prof.Ir. Fransiskus Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D.

2026 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Abstrak

Dinamika Komunikasi Internal Wanagama dalam Upaya Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus Sebagai Biodiversity UNESCO Global Geopark


Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) merupakan salah satu hutan pendidikan dengan luasan 622,25 Ha yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dibawah naungan Fakultas Kehutanan UGM tepatnya dikelola oleh organisasi Wanagama. Organisasi ini bergerak pada penanganan konservasi hutan, wisata alam, taman ilmu pendidikan, dan pusat pendidikan lingkungan. Pengelolaan dan manajemen yang baik sangat diperlukan dalam upaya pemberdayaan kawasan hutan Wanagama dalam mewujudkan Biodiversity UNESCO Global Geopark (UGG). Pada penelitian ini penulis mengeksplorasi bagaimana dinamika komunikasi internal organisasi Wanagama menggunakan metode dasar deskriptif kualitatif dengan menjabarkan aspek sosio-teknikal, cakupan komunikasi, dan hambatan serta dorongan komunikasi internal organisasi. Dinamika komunikasi Wanagama dapat dilihat melalui pola-pola komunikasi yang dilakukan secara internal dalam organisasi dan melalui sistem informasi yang tersedia, terutama dapat dilihat melalui sistem informasi. Melalui penggunaan metode dasar kuatitatif, penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dalam memberikan penekanan pada subjektivitas dalam menginterpretasikan objek partisipan sebagai pusat dalam penelitian ini serta mengadopsi proses yang terdapat dalam dinamika komunikasi internal organisasi melalui penggunaan KPA (Key Process Area) dari People Capability Maturity Model (P-CMM) untuk melihat pengembangan kapabilitas SDM dalam mencapai tujuan strategis organisasi seperti pengakuan UNESCO Global Geopark. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik indepth interview terhadap informan, observasi, dan studi pustaka. Analisis data yang dilakukan turut dibantu menggunakan software NVIVO versi 14 dan pengujian validitas data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya keselarasan pesan dan penggunaan saluran komunikasi yang tepat di dalam organisasi untuk mempercepat pencapaian target UGG. Saluran komunikasi formal seperti rapat koordinasi, laporan rutin, dan dokumen kebijakan, dikombinasikan dengan saluran informal seperti percakapan lapangan dan media pesan instan, terbukti berperan dalam memperkuat koordinasi, meskipun memiliki risiko distorsi jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu temuan kunci adalah perlunya penyamaan persepsi dan pemahaman mendalam di seluruh lapisan manajemen terkait peran masing-masing dalam proses pengajuan UGG. Temuan lainnya mengungkapkan bahwa hubungan sinergis antaraktor internal — baik di tingkat manajerial, teknis, maupun administratif — membentuk jejaring koordinasi yang saling bergantung dalam mendukung keberhasilan program geopark. Integrasi berbagai elemen penting seperti struktur organisasi, sistem informasi internal, dan budaya kerja kolaboratif menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kelengkapan dokumen dan inovasi teknis, tetapi juga pada kekuatan komunikasi internal yang terjaga. Pengelolaan kawasan hutan yang diarahkan untuk mendapatkan pengakuan internasional seperti Biodiversity UNESCO Global Geopark (UGG) menuntut integrasi strategi teknis dan sosial yang matang. KHDTK Wanagama, sebagai kawasan hutan pendidikan dan konservasi di bawah Fakultas Kehutanan UGM, memiliki potensi besar untuk memenuhi kriteria tersebut. Namun, keberhasilan pengelolaan tidak hanya bergantung pada kelengkapan teknis dan administratif, tetapi juga pada dinamika komunikasi internal organisasi.Tantangan bagi organisasi pengelola hutan seperti Wanagama diantaranya masih adanya keterbatasan dalam pola sosialisasi dan pembiayaan, gangguan keamanan hutan, sinergi antara pelaksana program pada lembaga-lembaga fasilitator dengan mitra pengelola, dan strategi dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan sekitar kawasan hutan. Wanagama merupakan salah satu organisasi yang berperan dalam proses pelestarian dan konservasi hutan. 


Kata Kunci: Dinamika Komunikasi, Internal Organisasi, Pengelolaan KHDTK, UNESCO Global Geopark, Sosio-Teknikal


Abstract

Internal Communication Dynamics of Wanagama in Efforts to Sustainably Manage Forest Areas with Specific Purposes as a Biodiversity UNESCO Global Geopark


Special Purpose Forest Areas (KHDTK) is one of the educational forests with an area of 622.25 Ha located in Gunung Kidul Regency, Special Region of Yogyakarta, under the management of the Faculty of Forestry UGM, specifically managed by the Wanagama organization. This organization is engaged in forest conservation, nature tourism, educational science parks, and environmental education centers. Good management and administration are very much needed in the effort to empower the Wanagama forest area in realizing the UNESCO Global Geopark (UGG) Biodiversity. In this study, the author explores how the dynamics of internal communication within the Wanagama organization using a basic qualitative descriptive method by describing the socio-technical aspects, the scope of communication, and the obstacles and drivers of internal communication within the organization. The dynamics of communication in Wanagama can be seen through the communication patterns conducted internally within the organization and through the available information systems, particularly observable through the information systems. By using a strong qualitative basic method, this research adopts a constructivist paradigm that emphasizes subjectivity in interpreting participant objects as the center of this research, and adopts the processes found in the dynamics of internal organizational communication through the use of KPA (Key Process Area) from the People Capability Maturity Model (P-CMM) to observe the development of human resources capabilities in achieving the strategic goals of the organization such as recognition from UNESCO Global Geopark. Data collection was conducted through indepth interview techniques with informants, observation, and literature study. Data analysis was also assisted using NVIVO version 14 software, and data validity testing was carried out through source triangulation and technique triangulation.The research findings show that The research findings provide in-depth insights into the importance of message alignment and the use of appropriate communication channels within the organization to accelerate the achievement of UGG targets. Formal communication channels such as coordination meetings, routine reports, and policy documents, combined with informal channels like field conversations and instant messaging media, are proven to play a role in strengthening coordination, although they carry the risk of distortion if not properly managed. One of the key findings is the need for a shared perception and in-depth understanding across management levels regarding each one's role in the UGG submission process. Other findings reveal that synergistic relationships among internal actors — at managerial, technical, and administrative levels — form an interdependent coordination network that supports the success of the geopark program. The integration of various essential elements such as organizational structure, internal information systems, and a collaborative work culture indicates that the success of a program depends not only on the completeness of documents and technical innovation but also on the strength of maintained internal communication. The management of forest areas aimed at achieving international recognition, such as a UNESCO Global Geopark (UGG) in terms of biodiversity, requires a well-integrated technical and social strategy. KHDTK Wanagama, as an educational and conservation forest area under the Faculty of Forestry at UGM, has great potential to meet these criteria. However, the success of management depends not only on technical and administrative completeness but also on the dynamics of internal organizational communication. The challenges for forest management organizations like Wanagama include ongoing limitations in socialization and financing patterns, forest security disturbances, synergy between program implementers in facilitator institutions and management partners, and strategies to enhance community involvement as an effort to preserve the environment around forest areas. Wanagama is one of the organizations that plays a role in the process of forest preservation and conservation. Later, add the results of interviews related to management towards UGG. 

Keywords: Communication Dynamics, Internal Organization, Management of KHDTK, UNESCO Global Geopark, Socio-Technical


Kata Kunci : Dinamika Komunikasi, Internal Organisasi, Pengelolaan KHDTK, UNESCO Global Geopark, Sosio-Teknikal

  1. S2-2026-531059-abstract.pdf  
  2. S2-2026-531059-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-531059-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-531059-title.pdf