Laporkan Masalah

Peranan Galeri Nasional Indonesia Dalam Mengembangkan Nasionalisme Untuk Meningkatkan Ketahanan Budaya

YULIS SUSILAWATY, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si ; Dr. Rr. Paramitha Dyah Fitriasari, M.Hum

2026 | Disertasi | S3 Ketahanan Nasional

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peranan Galeri Nasional Indonesia dalam mengembangkan nasionalisme dan memperkuat ketahanan budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lokasi penelitian difokuskan pada Galeri Nasional Indonesia di Jakarta, yang dipilih secara purposif karena relevansi institusionalnya sebagai pusat seni rupa nasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengelola galeri, kurator, seniman, dan pengunjung; observasi partisipatif pada sejumlah pameran dan kegiatan budaya yang diselenggarakan GNI; serta dokumentasi arsip program, kebijakan, dan publikasi galeri. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa GNI memiliki peranan yang signifikan dalam memperkenalkan seni rupa sebagai sarana pendidikan budaya, membangun nasionalisme melalui pameran, serta memperkenalkan identitas budaya nasional. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah masalah keterbatasan akses bagi masyarakat yang lebih luas dan dampak globalisasi terhadap pola pikir generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun GNI berhasil memperkenalkan nasionalisme melalui seni, perlu ada upaya lebih lanjut untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dari berbagai lapisan sosial. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya kebijakan yang lebih inklusif dan inovatif dalam penyelenggaraan kegiatan seni di GNI, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang lebih terbiasa dengan budaya global.

This study aims to understand the role of the National Gallery of Indonesia (GNI) in developing nationalism and strengthening Indonesia's cultural resilience. The research employs a qualitative approach using a case study method. The research site is the Galeri Nasional Indonesia in Jakarta, selected purposively for its institutional relevance as the national centre of fine arts. Data were collected through in-depth interviews with gallery administrators, curators, artists, and visitors; participatory observation during various exhibitions and cultural programs held at GNI; and documentation of gallery programs, policies, and publications. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The results reveal that GNI plays a significant role in introducing visual arts as a means of cultural education, building nationalism through exhibitions, and promoting national cultural identity. However, the main challenges faced are issues of limited access for a wider audience and the impact of globalization on the mindset of the younger generation. The study concludes that although GNI has succeeded in promoting nationalism through art, further efforts are needed to increase community engagement across different social layers. The implications of this research suggest the need for more inclusive and innovative policies in organizing art activities at GNI, as well as utilizing digital technology to reach a broader audience, including younger generations more accustomed to global culture.

 

Kata Kunci : Galeri Nasional Indonesia, Nasionalisme, Ketahanan Budaya / National Gallery of Indonesia, Nationalism, Cultural Resilience

  1. S3-2026-468367-abstract.pdf  
  2. S3-2026-468367-bibliography.pdf  
  3. S3-2026-468367-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2026-468367-title.pdf