Peran Kepemimpinan Transformasional Dalam Membangun Keterikatan Karyawan PT Danareksa Finance
Marsha Arsantio Ari Bima, Dr. Dra. Diah Retno Wulandaru., MBA.,
2026 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
PT Danareksa Finance merupakan perusahaan
pembiayaan yang berdiri sejak tahun 1992 dan berfokus pada pembiayaan
investasi, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna, khususnya pada
segmen korporasi. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan mengalami
penurunan kinerja keuangan sejak tahun 2022 hingga 2024 yang beriringan dengan
menurunnya skor keterikatan karyawan pada dimensi kepemimpinan Kondisi ini
menunjukkan adanya kesenjangan antara praktik kepemimpinan yang dirasakan
karyawan dengan harapan mereka terhadap peran pemimpin dalam organisasi dengan
struktur yang ramping (lean organization).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode wawancara terhadap empat orang karyawan tetap PT Danareksa
Finance yang memiliki masa kerja lebih dari lima tahun. Data primer diperoleh
melalui wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen perusahaan,
laporan keuangan, serta hasil survei keterikatan karyawan periode 2018–2024. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan
Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepemimpinan transformasional
sangat berpengaruh dalam membangun keterikatan karyawan. Temuan utama
mengindikasikan bahwa keterikatan karyawan meningkat ketika pemimpin mampu
menunjukkan kapabilitas yang memadai, memberikan arah dan visi yang jelas,
membangun komunikasi dua arah yang efektif, memberikan dukungan serta umpan
balik secara konsisten, bersikap adil, dan menjadi teladan (role model) bagi
karyawan. Sebaliknya, lemahnya kapabilitas kepemimpinan, inkonsistensi dalam
pengambilan keputusan, minimnya mentoring, serta rendahnya keteladanan pemimpin
berdampak pada menurunnya kepercayaan dan keterikatan karyawan.
Penelitian ini menegaskan bahwa keterikatan karyawan merupakan hasil
dari hubungan timbal balik antara pemimpin dan karyawan sebagaimana dijelaskan
dalam Social Exchange Theory, di mana praktik kepemimpinan
transformasional menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan, komitmen,
dan keterlibatan emosional karyawan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi
bahan refleksi dan rekomendasi praktis bagi pimpinan PT Danareksa Finance dalam
memperkuat peran kepemimpinan transformasional guna meningkatkan keterikatan
karyawan dan mendukung perbaikan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
PT Danareksa Finance is a
finance company established in 1992, focusing on investment financing, working
capital financing, and multipurpose financing, particularly within the
corporate segment. In recent years, the company has experienced a decline in financial
performance from 2022 to 2024, which coincided with a decrease in employee
engagement scores specifically in the leadership dimension. This condition
indicates a gap between leadership practices as perceived by employees and
their expectations of the leader’s role within a lean organizational structure.
This study employs a
qualitative approach using interviews with four permanent employees of PT
Danareksa Finance who have more than five years of tenure. Primary data were
collected through interviews, while secondary data were obtained from company
documents, financial reports, and employee engagement survey results covering
the period from 2018 to 2024. Data analysis was conducted using the interactive
analysis model developed by Miles and Huberman, which consists of data
reduction, data display, and conclusion drawing.
The findings suggest that
transformational leadership plays a significant
role in building employee engagement. Employee engagement increases when
leaders demonstrate adequate capability, provide clear direction and vision,
establish effective two-way communication, offer consistent support and
feedback, act fairly, and serve as role models for employees. Conversely,
limited leadership capability, inconsistent decision-making, lack of mentoring,
and weak role modelling reduce trust and weaken employee engagement.
This study confirms that
employee engagement results from reciprocal relationships between leaders and
employees, as explained by Social Exchange Theory. Transformational leadership
practices are a key factor in building trust, commitment, and emotional involvement.
Based on the findings, leaders at PT Danareksa Finance are encouraged to focus
on developing their capability, providing clear direction and vision,
reinforcing two-way communication, delivering consistent feedback and support,
ensuring fairness, and actively serving as role models. These actions can
strengthen transformational leadership, enhance employee engagement, and
contribute to ongoing improvements in organizational performance.
Kata Kunci : Kepemimpinan, Kepemimpinan Transformasional, Keterikatan Karyawan, Social Exchange Theory, Employee Engagement, PT Danareksa Finance