Laporkan Masalah

Pengaruh Operasionalisasi KRL Jogja-Solo terhadap Perkembangan Kawasan di Sekitar Stasiun Pemberhentian dalam Perspektif Masyarakat Lokal

Pawiloy Ramadhani, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM

2026 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Operasionalisasi Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja–Solo sejak 2021 telah menunjukkan indikasi perubahan signifikan pada kawasan di sekitar stasiun pemberhentian, baik pada aspek spasial, ekonomi, maupun sosial. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh operasionalisasi KRL terhadap perkembangan kawasan di setiap stasiun pemberhentian, serta (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi variasi dampak tersebut berdasarkan perspektif masyarakat lokal. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik purposive dan snowball sampling terhadap 28 informan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis komparatif kualitatif dengan membandingkan 11 stasiun sebagai unit kasus untuk mengidentifikasi pola perubahan dan kombinasi kondisi yang memengaruhi perkembangan kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasionalisasi KRL memberikan pengaruh signifikan dalam bentuk peningkatan intensitas penggunaan lahan, munculnya aktivitas ekonomi baru, perubahan pola mobilitas, serta pergeseran fungsi ruang di sekitar stasiun. Dampak tersebut berbeda pada tiap stasiun dan dipengaruhi oleh densitas kawasan, aksesibilitas, klasifikasi lokasi, serta dukungan kebijakan setempat. Penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara transportasi dan guna lahan (LUTI) merupakan kerangka konseptual yang menjelaskan bagaimana peningkatan aksesibilitas mendorong perubahan spasial, sosial, dan ekonomi masyarakat. Temuan penelitian memberikan implikasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengembangan kawasan yang berbasis aksesibilitas dan integrasi moda transportasi, terutama pada wilayah peri urban yang menunjukkan respons paling adaptif.

The operation of the Jogja–Solo Commuter Line since 2021 has shown indications of significant changes in the areas surrounding the stations, in terms of spatial, economic, and social aspects. This study aims to (1) analyze the impact of KRL operations on the development of areas around each station, and (2) identify the factors that influence the variation in these impacts based on the perspective of the local community. The research approach uses a qualitative method with purposive and snowball sampling techniques on 28 informants through in-depth interviews and direct observation. Data analysis was conducted using qualitative comparative analysis by comparing 11 stations as case units to identify patterns of change and combinations of conditions that influence regional development. The results of the study show that the operationalization of the KRL has a significant impact in the form of increased land use intensity, the emergence of new economic activities, changes in mobility patterns, and shifts in the function of space around stations. These impacts vary from station to station and are influenced by area density, accessibility, location classification, and local policy support. This study confirms that the interaction between transportation and land use (LUTI) is a conceptual framework that explains how increased accessibility drives spatial, social, and economic changes in society. The findings of this study have implications for local governments in formulating area development strategies based on accessibility and transportation mode integration, especially in peri-urban areas that show the most adaptive response.

Kata Kunci : KRL Jogja–Solo, perkembangan kawasan, transportasi, LUTI, masyarakat lokal

  1. S2-2026-528609-abstract.pdf  
  2. S2-2026-528609-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-528609-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-528609-title.pdf