Laporkan Masalah

MENANTANG NARASI PEREMPUAN KORBAN ABADI (Analisis Naratif Resistensi Perempuan Korban Love scam dalam Dokumenter The Tinder Swindler 2022)

Mimma Azzali, Dr. Budi Irawanto, S.IP, M.A.

2026 | Tesis | S2 Ilmu Komunikasi

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana narasi resistensi menantang narasi perempuan korban abadi dalam film dokumenter The Tinder Swindler (2022). Berangkat dari film dokumenter yang memiliki karakteristik kedekatan dengan realitas, tetapi cenderung masih mereproduksi narasi bias gender dengan praktik penarasian perempuan sebagai korban pasif, suffering subject, direduksi agensinya, dan victim blaming. Di tahun 2022, The Tinder Swindler  (2022) memunculkan pergeseran penting. Film ini menampilkan subjek yang menantang narasi perempuan korban pasif. Penelitian ini menggunakan metode analisis naratif dengan pendekatan William Labov. Analisis ini dipadukan dengan teori bahasa dan gender, keintiman digital, film dokumenter, resistensi serta narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film The Tinder Swindler (2022) membangun narasi resistensi perempuan korban terhadap dominasi pelaku dengan proses dialektis yang berlapis, dinamis dan terus dinegosiasikan dalam relasi kuasa keintiman digital. Perlawanan perempuan korban ditampilkan melalui lintasan yang beragam baik defensif, disruptif, hingga subversif yang bekerja di ranah interpersonal, publik, dan institusional. Resistensi tidak secara langsung meruntuhkan dominasi kuasa yang dibuktikan dengan adanya adaptasi kekuasaan melalui counter-resistance. Namun, resistensi juga mengalami adaptasi dengan seiring perubahan arena, aktor dan kuasanya. Film ini juga menempatkan bahasa sebagai medium resistensi seperti bahasa mitigatif, kooperatif, deklaratif dan performatif yang berfungsi sebagai bahasa resistensi untuk mempertahankan posisi dan mengelola risiko. Di sisi lain, alih-alih menutup narasi dengan pemulihan spektakuler, film ini menarasikan fase pasca-resistensi sebagai proses penyusunan ulang kehidupan yang realistis, sehingga secara signifikan mengganggu narasi perempuan korban abadi dan menghadirkan korban sebagai subjek yang aktif, reflektif, dan strategis.


This study aims to explore how narratives of resistance challenge the enduring trope of women as perpetual victims in the documentary film The Tinder Swindler (2022). While documentary films are often characterized by their proximity to reality, they frequently continue to reproduce gender-biased narratives through the portrayal of women as passive victims, suffering subjects, subjects with reduced agency, and targets of victim blaming. In 2022, The Tinder Swindler (2022) marks a significant shift by presenting female subjects who actively challenge the narrative of passive victimhood. This study employs narrative analysis using William Labov’s approach, integrated with theories of language and gender, digital intimacy, documentary film, resistance, and narrative. The findings reveal that The Tinder Swindler (2022) constructs narratives of women’s resistance to the perpetrator’s dominance through a layered, dynamic, and continuously negotiated dialectical process within the power relations of digital intimacy. Women’s resistance is depicted through diverse trajectories, defensive, disruptive, and subversive operating across interpersonal, public, and institutional domains. Resistance does not immediately dismantle dominant power relations, as power adapts through practices of counter-resistance. However, resistance itself also evolves in response to shifting arenas, actors, and configurations of power. The film positions language as a key medium of resistance, employing mitigative, cooperative, declarative, and performative forms of language that function as strategic tools for maintaining position and managing risk. Rather than concluding with a spectacle of recovery, the film narrates the post-resistance phase as a realistic process of life reconfiguration, thereby significantly disrupting the narrative of women as perpetual victims and presenting survivors as active, reflective, and strategic subjects.

Kata Kunci : film dokumenter, love scam, narasi resistensi, perempuan korban, The Tinder Swindler (2022)

  1. S2-2026-546732-abstract.pdf  
  2. S2-2026-546732-bibliography.pdf  
  3. S2-2026-546732-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2026-546732-title.pdf